Tolak Penyegelan Pasar Mokoau, Pedagang Bersitegang dengan Sat Pol PP

  • Whatsapp
Pasar Mokoau
Puluhan anggtoa Sat Pol PP usai melakukan penyegelan di Pasar Mokoau, Kota Kendari, Sultra, Kamis (4/11/2021) Foto. Yondris Puamalo/metrokendari.id

Kendari – Puluhan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terlibat bersitegang dengan pedagang saat melakukan penyegelan di Pasar Mokoau, Nanga-nanga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (4/11/2021) pagi.

Ketegangan itu dipicu akibat pedagang bersikeras menolak adanya penyegelan bangunan lapak mereka oleh Sat Pol PP.

Bacaan Lainnya

Bahkan garis segel yang telah dipasang oleh Sat Pol PP dibuka oleh para pedagang sambil melakukan aksi protes.

Berdasarkan pantauan, sekitar pukul 12.00 Wita, perdebatan antara petugas Satpol PP dan para pedagang sempat terjadi karena warga meminta penjelasan dari Satpol PP terkait alasan terkait adanya penyegelan pasar tersebut.

Baca Juga : Wali Kota Kendari Tegas Tidak Beri Ruang Dirikan Pasar di Nanga-nanga

La Ode Harsono, salah seorang pedagang mengatakan bahwa tanah yang kini menjadi lokasi pasar tersebut bukan milik pemerintah sehingga pihaknya mengklaim bahwa tanah tersebut milik masyarakat.

“Maunya kami tetap berada pasar ini, mereka anggap kami ini sebagai apa, kami masyarakat sangat perlu adanya pasar,” ujarnya di area pasar Nanga -nanga.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa keberadaan para pedagang yang berjualan dipasar hanya untuk mencari makan dan mencari hidup demi menafkahi anak dan istri mereka.

“Jadi kami minta tolong agar pemerintah jangan menghalang – halangi kami karena pasar ini sudah menjadi sumber kehidupan kami,” tegasnya.

Baca Juga : DPRD Kota Kendari Minta Hentikan Sementara Pembangunan Pasar di Nanga-nanga

Ia juga menambahkan bahwa seharusnya pemerintah memberikan bantuan kepada masyarakat setempat untuk mendirikan pasar yang dapat diakses apalagi dalam situasi pandemi Covid-19. Meskipun pasar itu sudah berjalan lima bulan namun sudah banyak memberikan manfaat.

“Suda tiga kali Satpol PP mendatangi pasar ini. Kalau tadi mereka pasang garis polisi tapi kami tidak mau meninggalkan pasar,” katanya.

Bahkan, ia mengaku sejumlah pedagang dan masyarakat akan kompak melakukan pencegahan dalam bentuk apapun jika pihak Pemerintah Kota Kendari terus melakukan upaya penyegelan.

“Jadi bagi kami kalau mau ke pasar lain itu jauh. Adanya pasar ini sangat membantu masyarakat setempat, mereka pergi beli ikan di pasar lain tiba disini sudah busuk ikanya,” pungkasnya.