Surat Salah Alamat, Ketua PODSI Sultra Diminta Lebih Profesional

  • Whatsapp
PON Sultra
terang Komandan Satgas PON Sultra, Drs Ashar.

Kendari – Satgas Pelatda Pekan Olahraga Nasional (PON) XX bentukan KONI Sulawesi Tenggara (Sultra) menyayangkan adanya surat dari Pengprov PODSI terkait mosi tidak percaya terhadap Satgas PON bentukan KONI Provinsi. Surat yang ditujukan ke Gubernur Sultra tersebut dianggap salah alamat.

“Kami di Satgas sangat menyayangkan kalau benar ditanda tangani Ketua Pengprov dan Sekretaris. Ini jelas salah alamat. Apalagi ada mosi tidak percaya. Saya ingin semua kita solid. Bukan kian memperkeruh suasana,” terang Komandan Satgas PON Sultra, Drs Ashar, Senin (5/7)

Bacaan Lainnya

Mantan Kadispora Sultra ini meminta kepada Ketua Pengprov PODSI untuk mengevaluasi tim. Sebab PODSI melalui surat yang dikirimkan ke KONI Sultra sangat aneh. Apalagi sebelumnya ada tim definitif berisikan soal daftar pelatih dan atlet.

Diduga memiliki tendensi kurang jelas, seperti ada oknum yang merangkap jadi wasit sekaligus pelatih. Sementara tidak memiliki kualifikasi sertifikasi yang jelas.

Ashar pun mengkritisi kepemimpinan Abdurrahman Saleh sebagai ketua Pengprov PODSI yang terlalu percaya pada orang-orang tertentu. Harusnya, Ketua PODSI jeli dalam menentukan siapa orang yang layak.

“Saya dengan pak Abdurrahman Shaleh tidak ada masalah. Saya sebagai ketua Satgas PON menduga ini ada oknum yang punya niat kurang baik terhadap olahraga Sultra dan dayung sebagai Cabor andalan,” cetusnya.

Ashar pun menegaskan Satgas akan bekerja profesional, tidak berpihak pada siapapun dalam menentukan atlet Cabor Dayung yang akan diberangkatkan ke Papua.

“Kami akan berlaku adil. Semua demi prestasi dayung. Kami sudah minta untuk diadu menentukan siapa atlet punya waktu terbaik. Mereka yang unggul berhak ke PON,” tutupnya.

Baca Juga : POPDA Sultra 2021 Resmi Dibuka, Ratusan Atlet Pelajar Siap Bertanding

Hal senada juga diungkapkan anggota Satgas KONI Sultra, Sudirman. Ia meminta Ketua PODSI Sultra lebih jeli dalam memilih orang untuk dipercayakan membantu mengurus olahraga dayung. Kata dia, PON adalah hajatan nasional. Bukan membawa nama Pengprov tapi daerah.

“Di Papua itu Sultra yang disebut. Jadi, KONI pasti akan bersikap untuk atlet PODSI. Sebenarnya ini simpel saja. Pak Abdurrahman Shaleh itu ganti orang-orang yang bikin ribet. Itu aja kok repot,” tutupnya.

Sebelumnya, Pengrov PODSI menyurati Gubernur Sultra. Dalam surat tersebut ada beberapa poin mulai dari soal seleksi atlet yang sudah berlangsung, tes kesehatan, permintaan dari Satgas untuk proses seleksi ulang hingga adanya mosi tidak percaya.