Serlina, NERS Milenial Bombana di Mancanegara

NERS Milenial Bombana
Serlina saat berfoto di Jeddah, Arab Saudi

OPINI: Oleh. Kasra Munara – Nama lengkapnya Serlina Sarfin Magi, S. Kep, (FB: Serlina Sarfin ) seorang Ners (perawat) milenial asal Bombana yang saat ini berkarir sebagai Professional Nurse di Arab Saudi selama tiga tahun terakhir.

Saya bertemu Serlina sewaktu masih mahasiswi jurusan Keperawatan di Unissula (Universitas Islam Sultan Agung), Semarang. Kala itu dia menjadi salah satu panitia Dies Natalis ke-4 SOMAB (Solidaritas Mahasiswa Bombana) Semarang dimana saya diundang sebagai pembicara dalam acara “Dialog Peradaban” tanggal 1 Mei 2016.

Serlina lahir dari keluarga etnis Moronene, anak dari Bpk. Alm. Sarfin, SPd., adalah mantan Kepala Sekolah SD Lakomea, Rarowatu dan Ibu Sitti Marlina. Serlina yang pernah menekuni seni beladiri Taekwondo ini sejak remaja sudah bercita-cita ingin menuntut ilmu ke luar daerah.

Dia ingin menunjukkan bahwa anak kampung (khusunya Moronene) juga memiliki kemampuan. Untuk itu setelah tamat SMA di Bombana, dia berhasil terpilih dalam penjaringan program PemProv Cerdas Sultra-ku tahun 2013. Dia merupakan satu-satunya mahasiswi etnis Moronene yang kuliah S1 di Jurusan Keperawatan, Unissula pada masa itu.

Setelah merampungkan studi S1 Keperawatan, Serlina melanjutkan studi 1 tahun untuk mendapatkan profesi NERS dan berhasil lulus dengan predikat lulusan terbaik pertama tahun 2018.

Cita-citanya untuk go-international membuatnya nekat ke Jakarta untuk mengikuti seleksi bersama 5 orang rekan seprofesi. Merekapun akhirnya diterima untuk bekerja di sebuah Rumah Sakit di Jeddah.

2 tahun setelahnya mereka pindah tugas ke Riyadh. Mereka memiliki keberanian dan tekad yang laur biasa.

“Kalau ditanya motivasi utamanya, saya ingin umrah di usia muda dengan uang sendiri, motivasi lainnya karena saya ingin menjadi orang ‘open minded’ agar tidak menjadi ‘katak dalam tempurung’, karena saya melihat kebanyakan pemuda di daerah saya khususnya anak Moronene minatnya untuk merantau sangat kecil, teman-teman Sultra saya saja waktu itu masih ada yang tidak tahu kalau suku Moronene itu ada dan eksis di Sultra, sulit dipercaya tapi sepertinya mungkin memang itu kenyataannya”.