Sadis! Pasangan Suami Istri di Wakatobi Tewas Dibakar Beserta Rumahnya

  • Whatsapp
Suami istri dibakar di Wakatobi
Aparat Polres Wakatobi menggelar konferensi pers kasus pembakaran rumah di Wakatobi, pada Rabu (10/3/2021) Foto. Ist

Wakatobi – Seorang pemuda nekat membakar rumah warga menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin di Kelurahan Mandati, Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara, pada Jumat (5/3/2021) waktu dini hari.

Pasangan suami istri (Pasutri), berinisial RB dan istrinya SM, jadi korban dan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Kapolres Wakatobi, AKBP Suharman Sanusi mengatakan, rumah beserta korban dibakar secara sengaja oleh seorang pelaku berinisial LM yang saat ini telah diamankan oleh Polisi.

“Pelaku melakukan aksinya pada waktu dini hari saat korban sedang terlelap tidur. Pelaku melakukan membakar rumah korban dengan menggunakan bensin lewat jendela kamar korban. Seketika saat itu langsung membakar seluruh isi ruang kamar bersama dengan korban,” ujar Surahman dalam video rilisnya yang diterima metrokendari.id pada Kamis (11/3/2021).

Saat kejadian itu, lanjut Surahman, Pasutri yang menjadi korban dalam peristiwa kebakaran itu meninggal dunia saat menjalani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wakatobi.

“Laporan yang kami terima bahwa korban pertama seorang wanita (istri) meninggal dunia pada hari itu juga sekitar pukul 10.00 Wita. Keesokan harinya pada 6 Maret, suaminya yang juga jadi korban meninggal dunia di rumah sakit,” ucapnya.

Beberapa hari pasca kejadian itu, pelaku akhirnya menyerahkan diri di kantor Polaek Wangi-wangi Selatan, pada Selasa (9/3/2021) sekitar pukul 09.00 Wita.

Perwira Polisi Dua Bunga Melati itu menjelaskan, dari hasil pemeriksaan terungkap bahwa pelaku nekat membakar beserta korban dipicu lantaran dendam dan sakit hati.

“Hasil interogasi terhadap pelaku, aksinya itu nekat dilakukan karena mengaku sakit hati terhadap korban. Terkait sakit hatinya seperti apa, kita masih lakukan pendalaman terhadap pelaku,” jelas Suharman.

Kini pelaku telah mendekam di sel tahanan Polres Wakatobi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Pelaku dijerat pasal 187 ayat 3 KUHP yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan ancama pidana penjara seumur hidup,” tegas Surahman.

Laporan. Wayan Sukanta

Pemkot Kendari