Rutan Kendari Over Kapasitas, Terbanyak Penghuni Kasus Narkoba

  • Whatsapp
Rutan Kendari
Rutan Kendari (dok.metrokendari.id)
hotel venus kendari

Kendari – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas 11 A Kendari, kini mengalami kelebihan kapasitas.

Hal itu diungkapkan Kepala Rutan Kendari, Iwan Mutmain, saat ditemui diruang kerjanya pada, Senin (13/9/2021).

Bacaan Lainnya

Iwan Mutmain menerangkan, kondisi terkini di Rutan Kelas IIA Kendari, sudah mencapai 672 orang, tahanan berjumlah 284 orang, sedangkan untuk narapidana yakni 388 orang. Dalam rangka mengantisipasi membludaknya warga binaan, pihaknya sudah memindahkan sebagian warga binaan sebanyak 118 orang, di Lapas Kendari.

“Kondisi Rutan saat ini sebenarnya sudah over kapasitas. Meskipun begitu, kami sudah mengundang Balai Pemasyarakatan (Bapas) untuk menghadiri Sidang TPP perihal menyidangkan warga binaan yang sudah memenuhi syarat mendapatkan asimilasi dan integrasi. Alhamdulillah hari ini satu orang lagi kami berikan asimilasi di rumah,” terangnya.

Tidak hanya itu, lanjut Iwan, guna menghindari insiden kebakaran seperti yang terjadi di Rutan Tanggerang yang kemudian viral di media sosial tersebut, pihaknya sudah meminta bantuan kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) Kendari dan Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk datang mengecek dan hasilnya, aman terkendali. Bahkan, sebanyak empat tabung pemadam sudah disiapkan.

“Artinya kita tidak menginginkan peristiwa itu terjadi, namun, kita harus tetap waspada setiap saat jika terjadi sesuatu diluar dugaan,” ujarnya.

Sementara, kapasitas kamar hunian di Rutan Kelas IIA Kendari sudah tidak memadai kerena, jumlah kamar yang disediakan hanya bisa cukup sampai 222 orang. Tentu kondisi itu, tidak sebanding dengan jumlah warga binaan yang saat ini jumlahnya mencapai 672 orang.

“Untuk fasilitas kamar hunian itu, jelas tidak memadai. Karena kapasitas ruangan yang tersedia sudah tidak sebanding dengan jumlah warga binaan. Namun, baik itu makanan maupun kebersihan, kita kerjakan sesuai ketentuan” tutur Iwan.

Ia juga mengungkapkan, dimasa pandemi jumlah warga binaan di Rutan Kendari tidak terjadi peningkatan signifikan. Menurutnya, seiring meningkatnya jumlah penduduk akan berkorelasi dengan bertambahnya kasus kejahatan sehingga warga binaan akan ikut pula bertambah.

“Berdasarkan pengalaman saya, kurang lebih 28 tahun bekerja di Kementerian Hukum dan Ham, bahwa faktornya adalah kondisi sosial dalam hal ini jumlah penduduk yang selalu meningkat dari waktu ke waktu,” tegasnya.

Kendati demikian, pihaknya intensif dalam memberikan edukasi terhadap warga binaan khususnya pada pembentukan moral dan keagamaan.

“Bagi warga binaan yang tidak bisa menulis, membaca atau pengetahuan keagamaanya kurang, kita ajarkan melalui orang yang berkompeten, agar pembekalan itu sebagai modal bagi mereka pasca keluar dari Rutan,” Ujarnya.

ia juga berharap agar masyarakat khusunya di Kota Kendari, untuk seyogyanya menghindari perbuatan yang melanggar hukum guna menciptakan ketentraman sosial di masyarakat.

Ditempat yang sama, salah seorang warga binaan, Adi mengungkapkan, meski kondisi kamar hunian sudah tidak memadai namun ia merasa nyaman di bawah kepemimpinan Iwan Mutmain. Sebab, praktek humanis lebih dikedepankan dibanding kekerasan.

“Dulukan namanya penjara tapi sekarang sistem kemasyarakatan, jadi, kalau untuk kekerasan sudah tidak ada, bahkan kami lebih leluasa disini,” ungkap Adi.

Ia juga berharap, agar fasilitas kamar hunian ditambahkan mengingat kondisi warga binaan saat ini harus berdempetan tidur di ruangan yang sempit.

“Kami ingin runganya ditambah. Apalagi saat ini kami tidur berdempetan lalu juga kepanasan. Untuk saat ini kami satu ruangan itu sebanyak 9 orang jadi ada yang di atas dan juga di bawah,” tandasnya.
.