Ribuan Personel Dikerahkan Antisipasi Demo Jokowi End Game

  • Whatsapp
Demo Jokowi End Game
Ilustrasi Pengamanan Polisi
hotel venus kendari

Jakarta – Polda Metro Jaya menyatakan bahwa sebanyak 3.385 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan pengamanan Aksi Nasional Jokowi End Game yang rencananya digelar pada hari ini, Sabtu (24/7).

“(Jumlah personel pengamanan) 3.385 orang,” kata Karo Ops Polda Metro Jaya Kombes Marsudianto kepada wartawan, Sabtu (24/7).

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan bahwa personel gabungan yang terdiri dari kepolisian, TNI, serta pemda itu telah bersiaga sejak pukul 07.00.

Marsudianto juga menyebut ribuan personel itu dikerahkan di beberapa titik untuk melakukan pengamanan.

“(Dikerahkan) di sekitaran Monas kemudian sampai di sekitar DPR juga,” ujarnya.

Penutupan Ruas Jalan dengan Barier

Sementara itu, Jalan Medan Merdeka Barat dan Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, sudah ditutup barier sejak pagi.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo, mengakui bahwa penutupan ruas tersebut untuk mengantisipasi aksi demo hari ini.

Meski demikian, ia menyatakan penutupan ruas jalan di sekitar Monas dan Harmoni sifatnya situasional.

“Penutupan situasional, melihat perkembangan eskalasi di lapangan,” kata Sambodo.

Pengamanan ini dilakukan setelah beredar pamflet yang berisi Seruan Aksi Nasional Jokowi End Game pada Sabtu (24/7). Demo itu rencananya akan digelar dengan melakukan longmarch dari Glodok menuju Istana Negara.

Dalam pamflet yang beredar, turut disampaikan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk turun ke jalan menolak PPKM dan menghancurkan oligarki istana beserta jajarannya

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus meminta masyarakat tak menggelar demo Jokowi End Game untuk menghindari kemunculan klaster penularan Covid-19.

Yusri juga menekankan bahwa kasus positif Covid-19 di wilayah Jakarta masih tinggi. Tak hanya itu, lanjutnya, kondisi rumah sakit dan pemakaman saat ini pun telah penuh.

“Secara bijak untuk kita bisa hindari kerumunan supaya jangan jadi klaster lagi. Bagaimana kita bisa relaksasi kalau kegiatan kerumunan lagi. Kasihan rumah sakit, kuburan, sudah penuh,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jumat (23/7).

Lebih lanjut, Yusrijuga mengatakan bahwa sampai saat ini pihaknya masih belum menerima surat pemberitahuan terkait rencana demo Jokowi End Game.

Sumber.CNNIndonesia