Raih Medali Perak, Atlet Karate Sultra Melaju Babak Final Kejurnas PB Forki 2021

  • Whatsapp
Karate Sultra
Devi Triana, Karate Sultra (tengah)

Kendari – Atlet karate asal Sultra sukses meraih medali perak pada Kejuaraan Nasional (Kejuarnas), Karate Piala Ketua Umum PB Forki yang dilaksanakan di GOR Sabilulungan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang dimulai sejak 5 – 7 November 2021.

Bermain di kelas +68 Under 21, Devi Triana dapat melaju ke partai final usai berhasil menumbangkan atlet unggulan asal Sumatera Utara (Sumut) pada partai semifinal, Minggu (7/11/2021).

Bacaan Lainnya

Meskipun demikian, ia harus mengakui keunggulan atlet Jawa Tengah. Keduanya sempat terjadi kejar-kejaran poin pada menit pertama namun harus berakhir dengan skor tipis 5-3 dan kemenangan diraih atlet Jateng.

Baca Juga : Ratusan Atlet Karate Bertarung Ikut Seleksi Kejurda Forki Sultra

Pelatih Forki Sultra, Alfaidin Arnol mengatakan, pencapaian dari atlet binaanya tersebut tidak terlepas dari kedisplinan dan ketekunan selama menjalani latihan. Bahkan ia mengaku sekitar se tahun lebih dalam mempersiapkan semuanya melalui program latihan yang terpusat.

“Persiapannya sekitar satu tahun lebih, tentu saya sebagai pelatih sangat bangga karena kejurnas ini juga sebagai ajang Seleknas untuk ke Uzbekistan,” ujar di Bandung saat dikonfirmasi melalui telepon celular, Senin (8/11/2021).

Selain itu, Ia juga mengaku puas dengan penampilan atletnya tersebut yang telah bermain maksimal dengan mengaplikasikan materi latihan sebelumnya. Meskipun masih ada yang perlu di evaluasi khususnya taiming serangan.

“Setelah ini kami akan berkonsentrasi pada Ivent bergensi lainnya seperti, Porprov, Supersemar Cup, dan POMNAS. Dan juga beberapa perbaikan lainnya sesuai pantauan kami kemarin selama atlet bertanding,” katanya.

Baca Juga : Atlet Karate Sultra Akan Bertarung di Kelas 75 Kg PON XX Papua

Meskipun demikian, ia berharap kepada seluruh atlet yang sudah bertanding baik yang juara maupun tidak agar meningkatkan semangat dan keseriusan menjalani latihan. Karena kedepan persaingan semakin tinggi sehingga semua butuh persiapan matang.

“Kami sebagai pelatih terus berupaya agar mereka berprestasi. Tetapi, kalau latihannya sekedar main-main pasti hasilnya juga akan seperti itu, semua tergantung mereka sendiri yang pastinya kami sebagai pelatih selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam kejuaraan tersebut di ikuti oleh 700 atlet yang dibagi tiga kelompok usia masing-masing kategori Cadet (14-15 tahun), Junior (16-17 tahun) dan U21 (18-21 tahun). Dengan total 34 Provinsi dan 25 Perguruan Se Indonesia.