Polda Sultra Minta Warga Jangan Terprovokasi Hoaks Soal Keributan di Kendari

  • Whatsapp
Ormas Kendari
Kondisi terkini di pelelangan ikan Kota Kendari, Sultra, Selasa (14/9/2021) dok. metrokendari.id
hotel venus kendari

Kendari – Aparat Kepolisian saat ini terus kerja ekstra keras menenangkan situasi Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), yang tengah diterpa isu hoaks dan provokatif berkaitan dengan masalah keributan sekelompok pemuda.

Pasalnya, akibat kondisi itu menimbulkan kepanikan dan ketakutan yang memicu menghambat perkonomian warga khususnya di Kota Kendari.

Bacaan Lainnya

Dir Krimum Polda Sultra, AKBP Bambang Wijanarko mengatakan, pihaknya telah menurunkan personelnya dari tim unit Resmob untuk melakukan pencegahan aksi provokasi sekelompok warga dengan senjata tajam pada Senin (13/9/2021) malam.

“Jadi sehubungan dengan munculnya video tadi malam yang menunjukan sekelompok pemuda melakukan konvoi dan memprovokasi masyarakat dgn menggunakan sajam, maka kami sejak dini hari tadi telah menurunkan team unit resmob untuk melakukan identifikasi pelaku dan melakukan upaya pengejaran pelaku,” ujar Bambang saat dihubungi metrokendari.id, Selasa (14/9/2021).

Bambang mengimbau, agar warga Kota Kendari jangan mudah terprovokasi dengan isu yang tersebar di Media Sosial (Medsos) berkaitan dengan kejadian keributan sekelompok pemuda.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dengan tindakan yang dilakukan oleh sekelompok pemuda tadi malam. Mari bersama-sama menjaga suasana tertib di kota Kendari, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk sesegera mungkin mengamankan para pelaku,” ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Wakapolda Sultra, Brigjen Pol Waris Agono meminta warga jangan terpancing informasi yang belum tentu kebenarannya yang saat ini marak beredar di Medsos.

Jenderal Polisi bintang satu itu mengharapkan agar kelompok yang sedang terlibat selisih paham dapat berdamai untuk menciptakan situasi kota Kendari yang kondusif dan aman.

“Kita semua bersaudara, warga Kendari ini multi etnis, mari kita saling merangkul persaudaraan satu sama lain. Jangan hanya karena salah paham, kita terpecah belah. Kasian warga lainnya yang tidak tahu apa-apa terkena imbasnya. Banyak yang terhambat jalannya mau cari rejeki, seperti tukang ojek, pedagang ikan dan sayur,” harap Waris.