Peringati Harganas 2021, DPPKB Kendari Gelar Pelayanan KB 8.700 Akseptor

  • Whatsapp
DPPKB Kendari
DPPKB Kendari gelar peringatan Harganas 2021, di UPTD Puskesmas Benu-Benua, Kecamatan Kendari Barat, Kamis (24/6/2021). Foto. Isra Waode/metrokendari.id
hotel venus kendari

Kendari – Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-28 tahun 2021, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Kendari menggelar pelayanan Keluarga Berencana (KB) serentak sejuta akseptor di UPTD Puskesmas Benu-Benua, Kecamatan Kendari Barat, Kamis (24/6/2021).

Dalam pelayanan kontrasepsi itu, DPPKB bekerja sama dengan pihak kesehatan yang tidak terlepas dari leading sektor yang melayani secara langsung di masyarakat.

“Jadi secara nasional dalam rangka Harganas itu pelayanan 1.000 aseptor. Untuk Kota Kendari kita targetkan 8.700 sekian,” ujar Kadis PPKB Kota Kendari, Jahudding kepada awak media,” ujarnya.

Jadwal Pelayanan Akseptor

Jahudding mengatakan, pelayanan itu dilakukan sejak 1 Juni dan puncak kegiatannya adalah hari ini. kemudian dilakukan pelayanan secara serentak di 55 Faskes yang tersebar di seluruh Kota Kendari.

Ia mengaku, pihaknya mempunyai target secara keseluruhan baik itu metode kontrasepsi jangka panjang maupun metode kontrasepsi jangka pendek.

Baca Juga : Cegah Pernikahan Usia Dini, Pelajar SMP-SMA di Kendari Akan Dibina

“Jadi secara keseluruhan angka yang saya sebutkan tadi itu untuk Kota Kendari. Sedangkan untuk pelayanan hasil akhir karena ini langsung direkap, diinput dan kemudian langsung terakses di pusat. Dan itu nanti bisa ketahuan berapa hasil pelayanan nya,” imbuhnya.

Lanjut Jahudding, untuk sementara pihaknya belum dapat berbicara angka berapa hasil yang diperoleh karena masih dalam tahap pelayanan.

Selain itu, menurut Jahudding, lewat keluarga berencana yaitu dengan 2 anak dapat mempercepat proses menuju pada keluarga yang sejahterah.

Baca Juga : Wali Kota Kendari Resmi Launching Program Pendataan Keluarga 2021

“Karena berdasarkan survei membuktikan bahwa banyaknya beban keluarga atau banyak anak dapat menjadi faktor yang memperhambat menuju pada keluarga yang sejahterah,” tandasnya.