Penerapan PPKM Mikro Pada Zona Kuning di Kota Kendari Tuai Sorotan

  • Whatsapp
PPKM Mikro
Arokab Kota Kendari saat menggelar konferensi pers terkait penerapan PPKM Mikro Kota Kendari
hotel venus kendari

Kendari – Ketua Asosiasi Rumah Makan, Karaoke dan Pub (Arokab), Amran meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk meninjau kembali Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro yang mulai berlaku pada tanggal 6 hingga 20 Juli mendatang.

Dia sangat menyayangkan keputusan hasil konferensi pers Menteri Perekonomian Koordinator dan Perekonomian RI yang mengatakan bahwa Kota Kendari itu masuk dalam kategori zona merah.

Bacaan Lainnya

“Sementara hasil pemantauan kami kondisi perkembangan Covid-19 di Kendari masih berada pada zona kuning, yang seharusnya jika zona kuning tidak diperlakukan PPKM Mikro,” ujarnya saat konferensi pers Sabtu (10/7/2021).

Lanjutnya, Ia juga berharap kepada pemerintah setempat agar mempertimbangkan kembali keputusan PPKM Mikro yang mana hal itu sangat merugikan pedagang dan usaha mikro di Sultra.

Baca Juga : Tegakan PPKM Mikro, TNI-Polri dan Gugus Tugas Covid-19 Patroli THM di Kendari

“Perkembangan perekonomian dan beberapa ekonomi mikro yang sangat dirugikan khususnya pedagang kuliner, pedagang sari laut dan juga rumah makan serta restoran dengan pemberlakuan jam malam sampai pukul 20.00 Wita itu sangat sangat dirugikan,” paparnya.

Kata dia, seharusnya pemerintah, Gubernur dan Wali Kota melakukan peninjauan kembali pemberlakuan surat edaran tersebut.

Baca Juga : PPKM Mikro, Kemenag Sultra Putuskan Tiadakan Shalat Idul Adha di Zona Merah

Sementara itu, ditempat yang sama Ketua Asosiasi Kuliner Tugu Religi (Aspektur), Abdul Rauf Hamsa juga meminta kepada pihak pemerintah utamanya Wali Kota Kendari agar meninjau kembali aturan tersebut.

“Insyallah hari Senin kita akan memasukkan surat ke Walikota, supaya kami di kasih kelonggaran dalam berdagang, misalnya yang tadinya tutup jam 8 malam kita bisa diberi kelonggaran tutupnya jam 12 malam,” tandasnya.