Pemda Butur Jalin Kerja Sama dengan UHO Kembangkan Budidaya Lobster

  • Whatsapp
UHO
Penandatanganan MOU Pemda Butur dan Perguruan TInggi Negeri UHO, Selasa (20/4/2021) Foto. Shun Waode/metrokendari.id
hotel venus kendari

Buton Utara – Pemerintah Daerah (Pemda), Kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra), bersama Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Halu Oleo (UHO), menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepakatan tentang Rencana Aksi Pengelolaan Budidaya Rumput Laut dan Budidaya Lobster di Wilayah Buton Utara.

Penandatanganan Nota Kesepakatan dilakukan di Aulah FPIK UHO Susi Puji Astuti, oleh Bupati Butur Drs.Ridwan Zakariah sebagai pihak pertama dan pihak kedua oleh, Dekan FPIK UHO, Prof. La Sara,Ph.D. Selasa,(20/4/2021)

Bacaan Lainnya

Dekan FPIK UHO, Prof. La Sara dalam sambutnya mengatakan, rencana pengembangan hasil laut Butur sudah menjadi perhatian Bupati Ridwan Zakariah sejak lama. Dan ia mengapresiasi langkah Pemda Butur dimana hari ini menggandeng FPIK UHO dalam upaya mewujudkan keinginan.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Bupati Buton Utara Ridwan Zakariah, atas inisiatif kerjasamanya. Ini merupakan keinginan beliau sejak menjabat sebagai Kepala Bappeda Prov. Sultra, ia sudah menaruh perhatian besar untuk merencanakan pengembangan potensi Sumberdaya terbesar didaerah, yakni sumber daya perikanan dan kelautan,” Ungkap Prof. La Sara

“Diskusi diskusi terbatas beliau selalu menegungkapkan keinginanya membangun sektor ini. Beberapa tahun lalu ketika kami bertemu dibandara, topik yang kami bahas mengenai sektor ini. Dan Beliau kembali memimpin Butur masih menyimpan harapan yang sama,” Lanjutnya

Ia menjelaskan arti poin dari kerjasama ini tentang keseriusan kedua bela pihak untuk mencapai tujuan. Menurur Prof. La Sara, saat ini sedikit pimpinan daerah yang intens memikirkan perencanaan pembangunan daerahnya pada sektor ini.

Lebih lanjur Prof. La Sara mengungkapkan, meskipun belum tersedia data tentang potensi besar, ia meyakini dibeberapa wilaya pesisir Buton Utara merupakan habitat dari komoditas rumput laut dan lobster. Hal ini terlihat banyaknya masyarakat yang mengusahakan budidaya tersebut.

“Selama ini kita mengetahui bahwa masyarakat mengusahakan budidaya rumput laut dan lobster. Ini artinya bahwa beberapa bagian perairan wilaya pesisir Butur merupakan habitat kedua organisme tersebut” Ungkapnya

Ditempat yang sama Bupati Ridwan Zakariah, memaparkan secara singkat potensi perikanan dan kelautan yang ada di Buton Utara.

Ridwan Zakariah menyebutkan Kabupaten Buton Utara memiliki panjang garis pantai kurang lebih 250.431 Km, dengan luas perairan sekitar 2.500 Km2.

“Kondisi inilah yang mendorong Pemerintah Buton Utara menjadi salah sektor perikanan unggulan yang harus dikelola secara bijak, dengan melibatkan semua komponen stekholder secara komprehensif,” kata Ridwan Zakariah. Selasa,(20/4/2021)

Untuk budidaya rumput laut, Ridwan Zakariah menjelaskan, saat ini pengembanganya berlokasi dikawasan Teluk Kulisusu dengan luas kawasan sekitar 6.859 Hektar dan yang termanfaatkan saat ini sekitar 118 Hektar atau sekitar 1,17 persen dari total kawasan Teluk Kulisusu.

Kawasan seluas ini dikelola sekitar 19 kelompok dengan jumlah anggota 494 orang. Sementara untuk potensi sebatan benih- benih lobster berada dikawasan teluk kulisusu sepanjang pantai timur Buton Utara. Sedangkan sebaran indukan terbesar ada sepanjang pantai timur Butur.

Untuk itu mantan Kepala Bappeda Prov. Sultra ini berharap kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Buton Utara dan Civitas Akademik FPIK UHO, dapat menghadirkan terobosan terobosan terbaru dan bisa memaksimalkan potensi kelautan Butur dan mendorong terwujudnya percepatan upaya Pemda Butur dalam mewujudkan visi misi Bupati dan Wakil Bupati saat ini, yakni mewujudkan Buton Utara yang Maju, Adil dan Sejahtera.

“Semoga kerjasama ini dapat menghadirkan upaya dan terobosan baru, dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan Butur pada umumnya dan pengembngan rumput laut,” tandasnya.