Pelatih Atlet Ungkap Kesedihan Kondisi GOR Dayung Sultra yang Terbengkalai

  • Whatsapp
GOR Dayung Sultra
Kondisi GOR Dayung Sultra, MInggu (10/10/2021) Dok. metrokendari.id

Kendari – Fasilitas GOR dayung (Rowing) Sulawesi Tenggara (Sultra), kini kondisinya semakin memperihatinkan sehingga perlu pembenahan.

Hal itu diungkapkan M. Hadris, Pelatih Timnas rowing Indonesia sekaligus Pelatih rowing Sultra di PON XX Papua.

Bacaan Lainnya

“Fasilitas Cabor dayung rowing di Sultra bisa saya katakan belum sesuai standar kelayakan. Oleh sebab itu, perlunya pembenahan sebelum mengahadapi PON 2024 mendatang,”ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Jumat (8/10/2021).

Namun apabila, lanjut dia, peralatan seperti perahu tak kunjung disediakan maka atlet dayung spesialis rowing Sultra sulit untuk berprestasi kedepan.

Kendati pun sebelumnya KONI Sultra dan Pemprov Sultra telah menyediakan sebanyak tiga unit perahu baru yang digunakan di PON Papua.

“Alhamdulillah, tiga perahu itu mengahasilkan tiga medali emas dan satu perunggu. Dan ini bagian dari upaya untuk mempertahankan marwah dayung Sutra di tingkat Nasional,” terangnya.

Baca Juga : Lagi! Atlet Dayung Sultra Sumbang Medali Emas di PON XX Papua

Tidak hanya itu, ia juga mengaku bahwa sebelumnya hanya menargetkan dua medali emas di PON Papua. Namun karena tekad yang kuat sehingga tiga medali emas dan satu perunggu berhasil di sumbangkan melalui Cabor dayung spesialis rowing.

“Tentu hasil tersebut melalui suatu proses yang panjang. Apa lagi dua atlet puteri yakni Santi dan Aulia Galib sudah dibina di pelatnas, kebetulan saya pelatih timnas,” ujar pria yang juga menjadi pelatih atlet dayung rowing di Olimpiade Tokyo 2021 itu.

Sedang untuk Julianti, sambungnya, sudah bertahun – tahun melakoni debutnya di Pelatnas. Begitupun dengan Aulia Galib yang kurang lebih satu tahun bergabung di pelatnas.

“Setelah ada pemulangan dari PB PODSI pada 1 Agustus lalu, saya berikan kesempatan kepada semua atlet untuk bergabung di Daerahnya dalam rangka mengikuti PON Papua,” katanya.

Terkecuali, Atlet yang berasal dari Sultra. Mengingat fasilitas belum menunjang atlet untuk berprestasi lebih. Olehnya itu, ia menahan untuk kembali dan harus mengikuti latihan terpusat di Pangalengan dan Jatiluhur kurang lebih dua bulan.

“Setelah digembleng disana, Alhamdulillah hasilnya memuaskan. Di PON ini kan timnas semua yang main khususnya di nomor rowing semua atlet saya juga yang di timnas,” tegasnya.

Ia juga mengemukakan bahwa untuk meraih prestasi melalui Cabor dayung. (Rowing) tidak instan, tetapi semua butuh proses. Oleh karenanya, KONI Sultra dan Pemprov Sultra harus sinkron dan lebih berkonsentrasi dalam hal pengadaan fasilitas serta pembinaan terhadap atlet potensial.

“Atlet yang ada sekarang ini kita harus persiapkan lagi mereka agar tetap berlatih dan mesti dengan konsekuensi pembiayaan. Minimal seperti di Pelatda PON karena prestasi itu mahal,” ungkapnya.

Baca Juga : KONI Sultra Target Atlet Dayung Rebut Medali Emas di PON XX Papua

Kendati demikian, ia akan kembali melakukan evaluasi guna mempersiapkan generasi baru yang akan melanjutkan tongkat estafet atlet yang akan pensiun. Akan tetapi, fasilitas olahraga tetap menjadi substansi sebagai penopang kemajuan prestasi.

“Harus ada dulu sinkronisasi antara fasilitas dan pembinaan atlet. apalagi ada beberapa atlet yang sudah pensiun karena pembatasan usia. Untuk rowing maksimal 28 tahun sehingga perlu ada regenerasi untuk menunjukan bahwa dayung Sultra tidak akan mati suri,” pungkasnya.