Nekat Merakit Bom, Seorang Nelayan Asal Butur Ditangkap Polisi

  • Whatsapp
Bom Ikan
Puluhan bahan peledak yang diamankan di markas Dit Polairud Polda Sultra, Senin (18/10/2021) Foto. metrokendari.id

Kendari – Direktorat Polairud Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), menangkap seorang nelayan karena kedapatan menyimpan bahan peledak yang dipakai untuk menangkap ikan.

Pelaku diketahui berinisial SB, warga asal Buton Utara (Butur), ditangkap di sekitar perairan Saponda, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe.

Bacaan Lainnya

“Pelaku ditangkap pada 13 Oktober 2021. Barang bukti yang diamankan berupa 28 jerigen berisi bahan peledak dan beberapa botol bom ikan siap jadi,” ujar Kasubdit Gakum Dit Polairud Polda Sultra, Rully Indra Wijayanto dalam konferensi persnya, Senin (18/10/2021).

Rully menerangkan, dari hasil pemeriksaan Polisi diketahui bom ikan itu dirakit sendiri oleh pelaku yang akan dipakai untuk menangkap ikan.

Bahan peledak itu, lanjut Rully, dibeli oleh pelaku dari salah satu toko pupuk pertanjan yang ada di Kota Kendari.

“Jadi ini bahan-bahannya ada beberapa macam, salah satunya dari pupuk khusus. Pelaku mengaku sudah sempat menggunakan bom yang dirakitnya itu untuk menangkap ikan di sekitar perairan Butur. Daya ledak bom ikan itu cukup besar radius hingga kedalaman 30 meter,” terangnya.

Dia menjelaskan, selain memusnahkan ikan efek ledakan bom itu juga dapat merusak ekosistem yang ada dibawah laut salah satunya terumbu karang.

“Jadi dampaknya sangat luar biasa, bom ini bisa menghancurkan terumbu karang yang dimana merupakan tempat hidup aneka biota laut termasuk ikan. Sehingga, dapat mempunahkan kelestarian ekosistem di laut,” jelas Rully.

Kini tim Polairud Polda Sultra masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait adanya dugaan dalam bisnis gelap penjualan bom ikan oleh pelaku.

“Soal diduga pelaku merakit bom ikan itu untuk dijual, kita masih akan lakukan pendalaman lagi. Sementara pelaku yang sudah kita tetapkan jadi tersangka telah ditahan beserta bom ikan sebagai barang bukti,” ungkapnya.

Pemkot Kendari