Nasib Insentif Perawat Covid-19 Belum Dibayar, PPNI Sultra Desak Pemerintah

  • Whatsapp
Insentif Perawat Covid-19
Ketua DPW PPNI Sultra, Heryanto, AMK,SKM (Dok. metrokendari.id)
hotel venus kendari

Kendari – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PPNI Sulawesi Tenggara (Sultra), mendesak pemeritah untuk segera menuntaskan polemik insentif perawat yang hingga saat ini belum terbayarkan.

Berdasarkan data dari DPW PPNI Sultra, insentif perawat yang terlibat dalam Satgas Penanganan Covid-19 di Sultra, masih banyak belum terbayarkan.

Bacaan Lainnya

“Kami menerima laporan dari sejumlah instansi pelayanan kesehatan, insentif mereka di Covid-19 belum dibayar, ada yang dibulan 2020 dan 2021,” ujar Ketua DPW PPNI Sultra, Heryanto, AMK,SKM kepada metrokendari.id Senin (7/6/2021).

Mantan anggota DPRD Kabupaten Bombana itu mempertanyakan anggaran yang diporsikan untuk pembayaran insentif Nakes penanganan Covid-19.

Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/278/2020

Insentif Perawat Covid-19
Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/278/2020

Menurutnya, berdasarkan surat Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) yang telah resmi dikeluarkan, telah jelas diatur terkait sistem dan regulasi pembayaran insentif Nakes Covid-19.

“Mekanisme pembayarannya sudah jelas diatur dalam surat keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/278/2020. Disini disebutkan, setiap Nakes yang bekerja pada instansi pelayanan kesehatan lingkup Pemerintah khusus penanganan Covid-19, dibayarkan setiap sebelum tanggal 10. Khusus untuk perawat nilainya Rp.7.500 ribu per OB,” terangnya.

Namun nyatanya, lanjut Heryanto, hal itu belum direalisasikan oleh pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan terkait yang memegang kebijakan terkait hal tersebut.

“Ini kasian perawat kita, sudah bertugas sebagai garda terdepan dengan resiko tinggi, tetapi tidak diperhatikan insentifnya. Lalu bagaimana mereka mau bisa memenuhi kebutuhannya kalau gaji saja tidak dibayarkan,” ucapnya.

Berdasarkan data informasi yang diterima metrokendari.id terdapat beberapa rumah sakit di Sultra yang belum dibayarkan insentifnya. Beberapa diantaranya yaitu Rumah Sakit Bahteramas Provinsi Sultra, RSUD Kota Kendari dan beberapa tempat pelayanan karantina pasien Covid-19.

“Insentif Nakes di RSUD Kota belum dibayarkan, khususnya di tahun 2020 4 bulan yang belum dibayarkan yaitu bulan 9,10,11 dan 12. Parahnya lagi, di tahun 2021 belum ada sama sekali yang dibayarkan sampai hari ini untuk insentif perawat Covid-19,” ungkap seorang perawat yang dirahasiakan identitasnya kepada metrokendari.id

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Rahmi Ninggrum yang dihubungi oleh media ini belum bersedia memberikan jawaban saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya pada Senin (7/6/2021).