MUI Sultra: Game Higss Domino Haram

  • Whatsapp
Game Higss Domino
Game Higss Domino

Kendari – Maraknya Game Online Higss Domino yang dimainkan oleh hampir semua kalangan baik dewasa, remaja, hingga anak-anak usia dini, kini menuai sorotan dari Majelis Ulama Indonesia(MUI), Sulawesi Tenggara (Sultra).

Menurut Ketua Komisi Fatwa MUI Sultra, Abdul Gaffar mengatakan, Game Online Higgs Domino pada prinsipnya tidak memberikan kepastian dan sudah memenuhi unsur perjudian sehingga hukumnya haram.

Bacaan Lainnya

“Seseorang yang memainkan Game itu dengan menggunakan uang dan tidak memberikan kepastian, maksudnya bisa saja menang dan bisa juga kalah telah memenuhi unsur perjudian,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon celular, pada Kamis (14/10/2021).

Sementara itu, ia kembali menegaskan bahwa ketika suatu perbuatan dalam bentuk apapun ketika memenuhi unsur judi maka sudah tergolong haram dan harus ditinggalkan.

“Dalil Al-Qur’an pun menjelaskan seperti itu bahwa perjudian merupakan perbuatan yang tergolong haram,” terangnya.

Apalagi, lanjut dia, sudah menjadi aktivis rutin maka akan memberikan dampak buruk seperti malas bekerja, keluarga tidak terurus bagi yang sudah berkeluarga maupun berpotensi melalaikan kewajiban lainnya seperti beribadah.

“Tentu game tersebut lebih banyak mudaratnya dibandingkan manfaatnya bahkan yang kita khawatirkan juga adalah ketika seseorang sudah mulai kecanduan” terangnya.

Selain itu, untuk mengantisipasi efek negatif dari Game tersebut, pihaknya akan memaksimalkan setiap Komisi di MUI Sultra, seperti Komisi Informatika, Dakwah dan Fatwa untuk memberikan pencerahan agar menghindari game yang menjurus pada praktek – praktek perjudian itu.

“Kita akan memaksimalkan sosialisasi baik kepada anak-anak disetiap sekolah maupun masyarakat umum. Bahkan kami juga akan intensif menyampaikan informasi dan edukasi di media sosial terkait bahaya Game tersebut,” tegasnya

Tidak hanya itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan instansi berwenang di Sultra sembari menunggu Fatwa dari MUI Pusat. Kendati demikian, Komisi Informatika dan Dakwah akan menelaah lebih dulu sebelum mengeluarkan fatwa.

“Saat ini kan belum ada fatwa dari MUI Pusat. Namun kami akan berupaya menampilkan narasi -narasi pencegahan dan kami berharap bisa bekerjasama dengan Pemerintah maupun pihak berwajib demi kemaslahatan umat,”tandasnya.

.