Mengenal Kapal KRI Teluk Kendari, Armada Perang Penjaga Samudera Indonesia

  • Whatsapp
Kapal KRI Teluk Kendari
Kapal KRI Teluk Kendari sandar di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara. (Foto. Ahmad Khusaini/Jawa Pos © 2020)

Kendari – Dua kapal perang baru TNI Angkatan Laut, berjenis Landing Ship Tank (LST), sandar di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Dua kapal perang baru itu bernama Kapal Republik Indonesia (KRI) Teluk Kendari, bernomor lambung 518, dan KRI Teluk Kupang (519).

Panglima Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Laksda TNI Irwan Achmadi, M.Tr (Han) mendampingi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M. melakukan peninjauan terhadap KRI Teluk Kendari (518) dan KRI Teluk Kupang (519) yang kini memperkuat armada TNI-AL.

Dua kapal perang buatan Indonesia ini diproduksi perusahaan galangan kapal PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (PT. DKB Persero).

Setelah menerima pemaparan dari pihak PT DKB Jakarta tentang kesiapan dua kapal perang baru tersebut, Kasal meninjau KRI Teluk Kendari (518) dan KRI Teluk Kupang (519), sekaligus menyaksikan latihan embarkasi Tank BMP-3-F dari Batalyon Tank Amfibi 1 Marinir (Yontankfib 1 Mar) di Base Plate Dermaga Kolinlamil.

Kapal KRI Teluk Kendari
Kapal KRI Teluk Kendari yang membawa armada tempur jenis Tank di lautan (Foto: Ahmad Khusaini/Jawa Pos © 2020)

Menurut Kasal, pembangunan kapal perang jenis angkut tank ini merupakan wujud kontribusi TNI-AL dalam mendukung kemandirian industri pertahanan dalam negeri, khususnya untuk melewati masa krisis resesi dunia dan kontraksi ekonomi Nasional akibat dari krisis global Covid-19.

TNI-AL menambah kekuatan armada kapal perang jenis angkut tank yang mampu memperkuat Satuan Operasional. Kehadiran dua kapal perang baru ini dapat meningkatkan performa tugas-tugas TNI-AL.

Dari aspek desain dan konstruksi, KRI Teluk Kendari (518) dan KRI Teluk Kupang (519) mengacu pada desain yang sama dengan KRI Teluk Bintuni (520) yang sudah melaut lebih dulu yang berada di bawah kendali Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) 2 Surabaya dan merupakan satuan pelaksana Kolinlamil.

Berspesifikasi sama dengan kelas KRI Teluk Bintuni, kedua kapal perang baru tersebut terdiri dari tujuh lantai, berurutan dari bawah: Bottom deck menjadi ruang khusus mesin kapal; Deck A adalah ruang tangki dan ruang pasukan; Deck B ruang pasukan; Deck C & Deck D untuk kru kapal termasuk tempat tidur dan peralatan keseharian kru kapal; Deck E merupakan ruang komandan dan para perwira; Deck F adalah ruang komando; dan Deck G adalah top deck yang menjadi tempat meletakkan dua radar utama kapal.

Dalam suatu operasi tempur, LST harus menerima kawalan dari Satuan Kapal Eskorta atau Satuan Kapal Cepat. KRI jenis AT ini sanggup dimuati 113 ABK (anak buah kapal), enam orang kru helikopter, dan pasukan sebanyak 361 orang.

KRI Teluk Kendari (518)

KRI Teluk Kendari (518) adalah Kapal Perang Republik Indonesia berjenis Landing Ship Tank (LST). Kapal perang ini seharusnya adalah kapal pertama dari Kelas Teluk Bintuni dan diproduksi oleh PT. DOK & Perkapalan Kodja Bahari (Persero), tetapi karena kendala teknis sehingga penyelesaiannya terlambat dan didahului oleh KRI Teluk Bintuni (520).

Kapal perang ini dirancang mengangkut 10 MBT (Main Battle Tank) jenis Tank Leopard 2A4 Tank Jembatan, kendaraan lapis baja, atau 15 kendaraan tempur infanteri BMP-3F. Sistem propulsi terdiri dari dua mesin diesel STX MAN 9L27/38, masing-masing dengan output 3285 kW. Kecepatan tertinggi mencapai 16 knot.

Nama KRI Teluk Kendari diambil dari nama teluk di depan Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Kapal Perang berstatus aktif ini, dibuat pada tahun 2019 dan dibeli oleh TNI Angkatan Laut. Kini ditempatkan di Pelabuhan Utama Armada Timur TNI-AL, Surabaya, Jawa Timur.

Kapal ini juga mampu membawa empat unit LCVP (Landing Craft, Vehicle, Personnel). Selain itu, LST berbobot kosong 2.300 ton ini mampu mengangkut 476 orang (kru dan pasukan), serta dua unit helikopter (dilengkapi fasilitas hanggar helikopter). Kapal ini memiliki ketahanan di laut selama 20 hari dan didesain mampu mendarat di pantai.

Berat benamannya mencapai 5.200 Ton, dengan panjang 120 meter (393,70 ft), lebar 13 meter (42,65 ft), dan Draft 3 meter (9,84 ft), bertenaga penggerak mesin Diesel 2 x STX MAN 9L27/38, dengan output masing-masing 3.285 kW. Dengan kecepatan maksimum 16 knot, kapal ini dapat diawaki 116 ABK, 6 kru helikopter, dan 367 personel Marinir. Dipersenjatai dua helikopter, 1×40mm Bofors Cannon kaliber 40/L70 mm ditempatkan pada haluan, 1×20mm Oerlikon Cannon, dan dua unit SMB (Senapan Mesin Berat) kaliber 12,7 mm.

Perwira TNI-AL yang diberi amanah menjabat sebagai Komandan KRI Teluk Kendari (518) adalah Letkol Laut (P) Erpandrio Trio W., M.Tr.HanLa.

Pemkot Kendari