Mantan Kades di Konkep Dilapor ke Polda Sultra Soal Dugaan Korupsi Dana BUMDes

  • Whatsapp
Korupsi Dana BUMDes
Musrawan saat melaporkan SM di Dit Reskrimsus Polda Sultra, Sabtu (13/11/2021) pagi. Dok. metrokendari.id

Konawe kepulauan – Seorang mantan Kepala Desa Teporoko, Kecamatan Wowonii Tenggara, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), berinisial SM, resmi dilaporkan ke Polda Sultra soal dugaan korupsi dana BUMDes, Sabtu (13/11/2021) pagi.

Dugaan kasus itu dilaporkan oleh seorang warga dari Desa setempat bernama Musrawan. Kasus itu baru terbongkar setelah ia mendapat informasi dari website Kemendes di Desanya mendapat bantuan dana BUMDes senilai Rp 50 juta.

Bacaan Lainnya

“Dugaan penggelapan ini kita ketahui setelah mendapat informasi di wesbite Kemendes bahwa ada bantuan dana program BUMDes untuk Desa Teporoko. Namun dari program BUMDes itu tidak ada laporan pertanggungjawabannya atau diduga fiktif,” ujar Musrawan saat dihubungi metrokendari.id.

Dia menambahkan, mantan Kades tersebut bahkan juga telah mengakui bahwa dana BUMDes itu telah disalahgunakan.

“Ada sebanyak Rp 50 juta dana BUMDes yang diduga telah dikorupsi tahun anggaran DD 2016. Dia sudah mengakui bahwa dana itu dia salah gunakan kemudian tgl 8 november 2021 dia kembalikan sebagian dana itu kepada pemerintah dan BPD desa teporoko sebanyak 31 juta. Harusnya dia kembalikan sekitar Rp 100 jutaan karena itu dana BUMDes yang berbunga 2 persen perbulan jadi kalau satu tahun berarti 24 bulan nah dia gunakan secara pribadi selama 5 tahun dikalikan saja brp kerugian masyarakat,” ungkap Musrawan.

Baca Juga : Oknum Pejabat Sat Pol PP Konkep Terseret Dugaan Kasus Korupsi

Musrawan menyebut selama ini sejak Desanya dipimpin oleh SM, masyarakat telah merasa ditipu. Sehingga masyarakat Desa Teporoko juga merasa dirugikan.

“Soal dana BUMDes itu katanya tidak ada, padahal ada. Ini jelas sangat merugikan masyarakat Desa Teporoko. Bahkan bukan hanya itu saja, masih ada juga pengadaan fiktif yang dia lakukan pada anggaran Dana Desa 2015-2016,” bebernya.

Kendati meski telah mengembalikan sebagian aset sisa dari saat dia pernah menjabat sebagai Kades, lanjut Musrawan, bukan berarti menggugurkan tindak pidananya, apalagi yg dikembalikn hanya sebagian dan masi terdapat pelanggaran lainnya.

“Olehnya itu saya meminta aparat penegak hukum dalam hal ini Polda Sultra agar segera menindak lanjuti laporan ini dan seceptnya menangkap suhaston mahaa krena sudah melakukan perbuatan korupsi,” tegasnya.

Dinas PMD Konkep Diminta Tidak Loloskan SM Pada Pencalonan Pilkades

Selain itu, saat ini diketahui SM tengah mencalonkan diri untuk maju pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Konkep. Musrawan meminta pihak panitia penyelenggara untuk tidak meloloskan SM sebagai Calon Kades.

Baca Juga : Kebut Penyelidikan Dugaan Korupsi 8 Dinas di Konkep, Kejati Kumpulkan Bukti dan Periksa Saksi

“Kemudian kepada panitia sembilan Desa Teporoko, panitia pemilihan Desa tingkat Kabupaten dan Dinas PMD agar tidak meloloskan SM sebagai calon kepala desa karena tidak memenuhi syarat sebagai calon Kades. Sebab kita ketahui bersama bahwa salah satu syarat incumbent/petahana dapat masuk sebagai calon kades harus menyerahkan seluruh aset Desa disaat dia masih menjabat dulu. Bukan baru sekarang mau calon Kades lagi baru dia kembalikan itu aset semua, kenapa tidak dari dulu,” ucap Musrawan.

Sementara itu, Kasubbid Penmas Polda Sultra, AKBP Dolfi Kumaseh yang dikonfirmasi membenarkan terkait adanya seorang mantan Kades Teporoko diadukan terkait dugaan penyalahgunaan dana BUMDes.

“Iya benar ada, tadi baru diterima dan selanjutnya akan diproses lebih lanjut oleh penyidik di Dit Reskrimsus Polda Sultra,” jelas Dolfi.