Makna Pengibaran Bendera Setengah Tiang Peringatan 30 September

  • Whatsapp
30 September
Pengibaran Bendera setengah tiang

Kendari – Pengibaran bendera setengah tiang hanya dapat dilakukan pada saat-saat tertentu saja.

Pelaksanaan pengibaran bendera setengah tiang suda diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang bendera, bahasa dan lambang negara, serta lagu kebangsaan.

Khusus bendera setengah tiang ini hanya dikibarkan sebagai tanda berkabung saja yang diatur menurut pasal 12 aya (4), ayat (5) dan ayat (6)

Di Indonesia bendera setengah tiang telah beberapa dikibarkan diantaranya saat meninggalnya Prisiden/wakil presiden, pejabat, tokoh bangsa BJ Habiebie, juga setiap tahunnya pada peringatan hari kesaktian pancasila 1 Oktober.

Memperingati tragedi kelam G30S/PKI pada tanggal 30 September hingga menyebabkan 10 jenderal gugur sebgai pahlawan revolusi.

Setiap moment tersebut maka seluruh kantor instansi, lembaga pemerintah diintruksikan untuk mengibarkan bender setengah tiang.

Seperti tahun lalu surat edaran dari Kementerian Pendidikan terkaitan pengibaran bendera setengah tiang dan upacara Hari Kesaktian Pancasila dibagikan.

Pengibaran tersebut sebagai bentuk penghormatan, berkabung dan mengenang para pahlawan yang gugur dalam peristiwa G30S/PKI tersebut.

Selain sebagai tanda berkabung, berdasarakan aturan dari UU RI Nomor 24 Tahun 2009 Pasal 12 pengibaran bendera setengah tiang juga bisa dikibarkan untuk hal tertentu lainnya.

Seperti dilansir dari konsultanhukum ada tiga poin alasan bendera setengah tiang boleh dikibarkan sebagai berikut :

  1. Tanda perdamaian
  2. Tanda berkabung
  3. Penutup peti atau usungan jenazah

Sejarah dikibarkannya bendera setengah tiang ini berawal di abad ke-17, seperti di Britania Raya ketika ada raja/ratu wafat.

Bendera Setengah Tiang di Momen G30/SPKI

Dikutip dari Tribunjabar Pengibaran Bendera Setengah Tiang pada setiap 30 September momen terjadinya tragedi pembantaian G30 / SPKI adalah sebagai tanda berkabung dan penghormatan.

Makanya setiap tahun peringatan sejarah kelam itu selalu dilakukan ditandai dengan pengibaran bendera setengah tiang di kantor-kantor dan instansi pemerintah.

Akibat kejadian malang tersebut 10 Jenderan gugur sebagai pahlawan revolusi.

Adapun pengibaran bender setengah tiang liannya yang dilaksanakan setiap tahun adalah pada tanggal

– 12 Oktokber peristiwa Bom Bali I

– 26 Desember peristiwa tsunami dan gempa bumi Samudera Hindia 2004 di Aceh

Pada momen-momen tersebut bender setengah tiang dikibarkan secara berkala setiap tahunnya.

Sumber.TribunNews