Lagi, Pelaku Begal Sadis yang Kerap Beraksi di Kendari Diringkus Polisi

  • Whatsapp
begal di Kendari
Tim Resmob Polda Sultra amankan dua pelaku (Foto. Ist)
hotel venus kendari

Kendari – Tim Satuan Resmob Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), berhasil mengamankan satu pelaku begal berinisial AD (20) tahun yang kerap meresahkan warga.

Pelaku begal itu tergolong sadis, karena tidak tanggung-tanggung kerap melukai korbannya menggunakan senjata tajam (Sajam).

Bacaan Lainnya

Kanit Resmob Polda Sultra, AKP Ronald Aron Maramis mengatakan, dalam setiap melakukan aksinya kedua pelaku menggunakan Sajam untuk mengancam korbannya agar berhasil mendapatkan motor yang dincarnya.

“Salah satu TKP yang pernah terjadi yaitu dj Jalan Made Sabara, Kecamatan Mandonga, pada 6 Februari 2021. Pelaku membegal pengendara motor yang sedang parkir di pinggir jalan. Ketika korban lari karena diancam pakai parang, saat itu pelaku langsung mengambil motor korban,” ujar Ronald, Jumat (12/3/2021).

Setelah berhasil merampas motor korban, lanjut Ronald, pelaku langsung menggadaikannya ke seorang penadah dengan harga murah di Kota Kendari.

“Jadi selain pelaku begal, turut seorang penadah motor hasil curian itu kita amankan. Diamankan karena menadah barang gelap hasil curian berupa sepeda motor milik korban,” ucapnya.

Mantan Kasat Reskrim Kota Baubau itu menjelaskan, uang dari hasil menggadai motor curian itu dipakai pelaku ke daerah Kabupaten Muna.

Tim Resmob Polda Sultra yang mengetahui keberadaan pelaku di Muna, langsung melakukan operasi penangkapan.

“Ada sekitar sebulan pelaku dalam pengejaran kita. Pelaku juga hampir mau melarikan diri lagi ke daerah lainnya. Namun beruntung kita cepat bergerak dan berhasil meringkus pelaku,” ungkapnya.

Usai ditangkap, pelaku langsung dibawa ke Polda Sultra menggunakan transportasi laut untuk diamankan dan proses pemeriksaan lebih lanjut.

“Pelaku sekarang sudah kita amankan di Polda Sultra beserta barang bukti (BB) berupa sebuah sepeda motor trail warna merah yang pernah dicuri. Kita juga saat ini sedang lakukan pengembangan untuk memburu pelaku lainnya,” tegas Ronald.

Laporan. Wayan Sukanta