Kontingen Sultra Promosikan Batik Khas Bombana di Munas PPNI X Bali

  • Whatsapp
Munas X PPNI Bali
Batik khas Bombana yang dipakai ketua DPW PPNI Sultra, Heryanto di Munas PPNI X Bali, Selasa (22/10/2021) Foto. Wayan Sukanta/metrokendari.id

Denpasar – Muasyawarah Nasional (Munas) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ke X, resmi di gelar di kota Denpasar, Provinsi Bali.

Ribuan perawat dari seluruh Provinsi di Indonesia turut hadir mensukseskan kegiatan Munas PPNI di Bali.

Bacaan Lainnya

Tidak ketinggalan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), tercatat sebanyak 140 Perawat perwakilan juga hadir mengikuti Munas PPNI ke X di Bali.

Ada pemandangan yang sedikit berbeda tampilan seragam yang dipakai oleh para peserta Munas di Bali. Sultra tampil dengan ciri khasnya tersendiri yaitu dengan mengenakan seragam batik dengan corak warna dasar merah dan kombinasi hijau.

Sontak saja, penampilan kontingen PPNI Sultra di Bali menarik perhatian peserta Munas dari daerah lainnya. Sebab, hanya Sultra yang tampil dengan mengenakan batik yang khas.

Seragam itu dikenal dengan nama batik Boico motif Borisininta yang merupakan ciri khas pakaian adat Moronene asal Kabupaten Bombana, Sultra.

Ketua DPW PPNI Sultra, Heryanto Amk, SKM, mengatakan, seragam batik itu sengaja dikenakan juga sekaligus untuk mempromosikan batik khas daerah Bombana di kegiatan Munas X PPNI di Bali.

“Jadi memang kostum batik ini sengaja kita pakai serentak oleh rombongan Sultra untuk memperkenalkan dan mempromosikan batik ciri khas dari daerah asal kami yaitu Bombana,” ujar Heryanto saat ditemui metrokendari.id di Bali, pada Jumat (22/10/2021).

Dia menambahkan, Munas X PPNI Bali tidak hanya jadi ajang kegiatan nasional Perawat, namun juga dimanfaatkan sebagai moment promosi potensi daerah.

“Kami hadir di Munas X PPNI Bali tidak hanya jadi peserta kegiatan saja, tetapi kami juga mempromosikan dan memperkenalkan kerajinan khas daerah Bombana. Harapannya ya daerah lain mengetahui bahwa Bombana memiliki hasil tenun batik yang sangat baik,” jelasnya.

Pemkot Kendari