Gara-gara Obat Nyamuk, Rumah Warga di Kolut Ludes Terbakar

  • Whatsapp
kebakaran rumah di Kolut
Rumah warga di Kolut ludes terbakar pada Sabtu (26/6/2021) malam. Foto. metrokendari.id
hotel venus kendari

Kolaka Utara – Sebuah rumah milik warga bernama Kasmawati ludes terbakar dilalap si jago merah di Kelurahan Olo-oloho, Kecamatan Pakue, Kabuapaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara.

Kasi Humas Polres Kolut, Aiptu Hari Hermawan mengatakan, peristiwa kebakaran itu terjadi pada Sabtu (26/6/2021) sekitar pukul 23.30 Wita.

Bacaan Lainnya

“Awalnya korban sedang membereskan rumahnya yang dijadikan kios. Tiba-tiba muncul percikan api dengan cepat membakar barang-barang di dalam ruangan kios tersebut,” ujar Hari kepada metrokendari.id Minggu (27/6/2021).

Hari menerangkan, dugaan sementara penyebab terjadinya kebakaran itu akibat obat nyambuk yang mengenai bahan mudah terbakar saat korban sedang membereskan barang dagangan kiosnya.

“Saat kejadian itu ada obat nyamuk yang masih menyalah. Kemungkinan besar secara tida sengaja tersenggol kemudian mengenai bahan yg mudah terbakar. Kemudian disitu ada bensin juga sehingga kobaran api semakin cepat membesar,” terangnya.

Baca Juga : Breaking News: Satu Rumah Warga di Kendari Ludes Terbakar

Pada kejadian itu, lanjut hari, korban sempat berusaha untuk menyelamatkan sebagaian barang berharga miliknya. Namun nahas, kobaran api yang membesar sehingga korban hanya bisa menyelamatkan diri bersama dua anaknya.

“Akibat api yang cepat membesar, seluruh isi dan bangunan rumah milik korban ludes hingga rata tanah. Tidak ada satupun barang yang berhasil diselamatkan,” kata Hari.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran itu. Namun pemilik rumah, Kasmawati mengalami luka bakar saat menyelamatkan diri saat rumahnya dilalap api.

“Korban mengalami luka bakar pada lengan sebelah kiri. Selain itu dua unit sepeda motor korban juga hangus terbakar. Sedangkan kerugian yang ditafsir kaibat kebakaran itu mencapai Rp60 juta,” jelas Hari.

Baca Juga : Mobil Angkot Meledak Usai Isi Bensin di SPBU Anggoeya Kendari