Dua Warga Terkena DBD, Dinkes Butur Mulai Intens Lakukan Pemberantasan

  • Whatsapp
Dinkes Butur
Pegawai Dinkes Butur lakukan Fogging atau pengasapan di rumah warga, Kamis (22/4/2021) Foto. Shun Waode/metrokendari.id
hotel venus kendari

Buton Utara –¬†Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara, mulai intens melakukan pemberantasan wabah nyamuk demam berdarah.

Pemberantasan itu dilakukan setelah ditemukan adanya dua kasus baru DBD (Demam Berdarah Dengue) di daerah Butur.

Berdasarkan data Dinkes Butur, tercatat dua kasus baru DBD itu ditemukan sejak memasuki April 2021.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Butur, Muhamad Darlan mengatakan, salah satu langkah pemberantasan DBD yang dilakukan saat ini yaitu Fogging atau pengasapan.

“Selain Fogging, pencegahan yang dilakukan dengan membersihkan penampungan air, menutup tempat penampungan air dan mengubur barang barang bekas yang berpotensi tempat bersarangnya nyamuk,” ujar Darlan, Kamis (22/4/2021).

Dia menambahkan, penyebaran penyakit DBD pada musim pancaroba sangat rentan terjadi. Sebab, telur nyamuk Aedes Aegipty ini saat musim kemarau bisa bertahan hingga enam bulan.

“Ini dari telur ke jentik berproses tujuh hari jadi nyamuk dan nyamuk ini sekali bertelur bisa 200 sampai 300 biji banyaknya. Nyamuk Aedes ini berkembang biak ditempat yang bersih seperti bak kamar mandi.,” terangnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinkes Butur, Marsuli, mengimbau warga agar membersihkan lingkungan sekitarnya. Jika salah satu anggota keluarga mengalami gejala DBD seperti demam dan panas tinggi segera melaporkan ke Puskesmas terdekat.

Tak hanya masyarakat saja, Marsuli juga menghimbau kepada Puskesmas, Rumah Sakit maupun Klinik agar bertindak jemput bola jika ada informasi penyakit tersebut.

“Kepada semua puskesmas atau pihak terkait yang ada di Butur, untuk kasus seperti DBD ini agar cepat melaporkan ke dinas terkait. Karna tindakan pengendalian peningkatan kasus ini tidak boleh terlambat ditangani,” tandasnya