Direktur Koperasi Konami Butur Bantah Terlibat Pencairan Dana Covid-19

  • Whatsapp
Direktur Konami Butur, Waode Ati Arni (Foto. Shun Waode/metrokendari.id)

Buton Utara – Direktur Koperasi Konami Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra), Wa Ode Ati Arni, akhirnya angkat bicara terkait namanya disebut-sebut dalam kasus dugaan penyalagunaan dana Covid-19 tahun 2020.

Menurut Wa Ode Ati Arni, ia diduga menjadi menjadi korban dan diperalat terkait pengelolaan anggaran Covid-19. Sebab, sejauh ini dia mengaku tidak pernah dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Bacaan Lainnya

“Saya tidak tau menahu, karna semua kegiatan koperasi saya tidak dilibatkan dan saya juga tidak pernah dapat laporan kegiatan koperasi,” ujarnya saat ditemui awak media di ruang kerjanya pada Selasa (30/3/2021).

Ketika dipanggil hearing ke DPRD Butur, Wa Ode Ati Arni juga sempat kaget terkait panggilannya itu. Sebab menurut dia, dirinya tidak pernah menandatangani segala bentuk dokumen yang berkaitan dengan pencairan anggaran Covid-19, berupa kwitansi maupun cek Bank.

“Saya tidak pernah tanda tangan. Adapun saya tanda tangan itu bukan masalah anggaran covid tapi tanda tangan untuk bantuan sosial sebelum adanya ini anggaran. Kalau saya tanda tangan pasti saya akan itu bahwa itu dana covid yang akan dicairkan,” tandasnya.

Dia mengungkapnya, ada dugaan oknum yang secara sengaja ingin menjerat dirinya terkait pencairan anggaran tersebut. Pasalnya, terdapat terdapat tanda tangan yang mengatasnamakan dirinya tanpa ia ketahui.

“Dan setelah saya lihat itu tanda tangan memang tertulis nama saya tetapi saya tidak pernah menandatangi, bisa saja itu dipalsukan tanda tangan saya,” ungkap Wa Ode Ati Arni.

Atas kasus tersebut, Wa Ode Ati Arni mengaku pernah dipanggil oleh Polda Sultra untuk dimintai keterangan. Tidak hanya dirinya, seorang Kepala Dinas yang ada di Butur juga mendapat surat panggilan oleh penyidik Tipikor Polda Sultra.

“Iya pernah sekali. Penyidik langsung panggil dan bertanya kepada Kadis terkait kenapa ini ibu ketua koperasi tidak ada yang dia tau. Dan disitu Kadis mengatakan bahwa ‘Ibu camat tidak terlibat, yang kelola dan mencairkan itu uang hanya kami bertiga,” ucapnya menirukan pernyataan Kadis tersebut.

Ia membeberkan bahwa anggaran yang dikelola tidak pernah masuk direkening koperasi, melainkan direkening Dinas terkait.

“Semua anggaran yang mereka kelola saya tidak tau berapa jumlahnya, karna anggaranya tidak masuk direkening koperasi. Semua uangnya masuk direkening Dinas terkait. Koperasi konami hanya sebagai penanggung jawab pesanan,” pungkasnya

Laporan :Shun Waode

Pemkot Kendari