Idul Fitri 1443 H
ADVERTISEMENT

Dewa Surya Adnyana, Pelajar SMP di Konsel yang Berhasil Rakit Pesawat Tanpa Awak

357 Views
Foto Dewa Surya Adnyana dengan pesawat rakitannya sendiri
ADVERTISEMENT

Konawe Selatan – Seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) asal Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), sukses merakit sebuah pesawat tanpa awak yang dikendalikan dengan menggunakan remot kontrol.

Pesawat tanpa awak itu dirakit oleh Dewa Surya Adnyana, seorang pelajar yang masih duduk dibangku kelas VIII SMP 9 Konsel.

Kendati diusianya yang masih dibawah umur, namun Dewa mampu membuktikan dan sudah berhasil merakit pesawat tanpa awak sebanyak 11 unit.

ADVERTISEMENT

Kegiatan merakit dan memodifikasi pesawat tanpa awak yang dibuatnya, mulai digeluti sejak masih duduk dibangku kelas VI Sekolah Dasar (SD). Bukan tanpa alasan, terjun ke dunia aeromodelling, berawal dari Dewa terpinspirasi dengan suka melihat pesawat saat masih kecil.

Berbekal bahan-bahan limbah bekas dan mesin yang dibelinya, Dewa kemudian memberanikan diri untuk berpeksperimen merakit pesawat remot kontrolnya.

“Saya merakit pesawat ini sudah sejak kelas 5 SD, tapi belum bagus, nanti kelas 6 SD baru mulai sempurna. Untuk pesawatnya rakit sendiri, sedangkan bagian mesin saya beli ada juga yang saya rakit sendiri. Bagian mesin jenisnya tipe A 2212 1400 KV. Tapi ini saya modifikasi sendiri dengan model saya sendiri,” tutur Dewa kepada metrokendari.id, Rabu (5/1/2022).

Dari 11 pesawat yang telah dirakit, hanya satu berhasil terbang dengan sempurna bahkan dapat terbang dengan jarak 100-200 meter dan bertahan di udara hingga 15 menit.

Salah satu jenis pesawat yang berhasil terbang sempuna yaitu tipe X UAV. Merupakan sebuah jenis pesawat tanpa awak atau dikenal dengan (Unmanned Aerial Vehicle). Pesawat jenis ini adalah sebuah mesinterbang yang berfungsi dengan kendali jarak jauh oleh pilot atau mampu mengendalikan dirinya sendiri.

Dewa menyebut, untuk pesawat tipe X UAV yang dirakitnya menghabiskan biaya Rp 2 juta. uang yang dipakainya itu merupakan hasil tabungannya dan juga sebagian bantuan dari orang tuannya. Ia belajar dari komunitasnya bernama KAI (Komunitas Aeromodelling Indonesia).

“Kalau dari oramg tua saya sangat mendukung dengan kegiatan saya merakit pesawat aeromodelling ini. Karena ini saya kerjakan kalau sudah pulang sekolah atau disela-sela waktu santai. Kalau pekerjaan sehari-hari bapak saya sebagai tukang servis elektronik di rumah,” ucapnya.

Kini Dewa menjadi sorot perhatian dan mendapat banyak apresiasi baik dari keluarga maupun sekolahnya. Dukungan terus mengalir untuk anak pasangan dari Dewa Made Sumerta Yasa dan Umul Fadillah yang tinggal di Desa Endanga, Kecamatan Landono, Kabupaten Konsel.

Tidak hanya sampai disini saja, Dewa berangan-angan kedepan akan menciptakan pesawat tanpaawak yang lebih baik lagi dengan tipe dan tampilan profesional.

“Impian saya kedepann, ingin ikut ikut mengembangkan teknologi penerbangan pesawat tanpa awak dan juga membuat drone yang bisa membantu mencari korban bencana,” harap Dewa.

Penulis. Wayan Sukanta

ADVERTISEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.