Cemburu Buta, Seorang Pria di Konsel Tewas Dianiaya Rekannya Pakai Kunci Inggris

  • Whatsapp
Karyawan Tambang Dibunuh
Polisi evakuasi jenazah korban di lokasi wilayah IUP milik PT.WIN, Desa Wawonua, Kecamatan Palangga, Konsel, pada Kamis (7/10/2021).

Konawe Selatan – Seorang pria berinisial RU (43) tahun yang sehari-hari bekerja disalah satu perusahaan tambang di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), tewas bersimbah darah dianiaya oleh rekannya sendiri.

Peristiwa penganiayaan itu terjadi di lokasi wilayah IUP milik PT.Wijaya Inti Nusantara (WIN) yang berlokasi di Desa Wawonua, Kecamatan Palangga, Konsel, pada Kamis (7/10/2021).

Bacaan Lainnya

Kasus itu dibenarkan oleh Kapolres Konsel, AKBP Erwin Pratomo. Ia menyebutkan kasus penganiayaan yang menewaskan korban terjadi sekitar pukul 09.00 Wita.

Baca Juga : Heboh! Warga Ramai-ramai Bongkar Rumah Pelaku Pembunuhan di Kolaka

“Menurut keterangan seorang saksi, awalnya korban sedang mengawasi sebuah pekerjaan di lokasi. Lalu datang pelaku berinisial MU (19) tahun menghampiri korban. Ketika itu saksi melihat pelaku terlihat seperti menginterogasi korban. Lalu tidak lama kemudian, saksi melihat korban sudah tersungkur di tanah,” ujar Erwin.

Erwin menjelaskan, saat itu korban diketahui sudah tidak sadarkan diri dan ternyata baru saja dianiaya oleh pelaku dengan menggunakan sebuah kunci inggris.

“Korban meninggal dunia akibat dipukul pakai kunci inggris sebanyak 2 kali hingga menyebabkan luka parah. Sedangkan pelaku, langsung meninggalkan lokasi usai menganiaya korban,” jelasnya.

Tidak butuh waktu lama, pasca kejadian itu aparat Kepolisian setempat berhasil menangkap pelaku dan langsung diamankan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga : Kesal Alat Kelaminnya Berubah Pasca Diurut, Pria di Kolaka Nekat Bunuh Seorang Kakek

“Pelaku sudah diamankan di Polres beserta barang bukti berupa kunci inggris yang dipakai untuk menganiaya korban hingga meninggal dunia,” ucap Erwin.

Dari hasil pemeriksaan Polisi, lanjut Erwin, pelaku tega menganiayaa rekannya hingga tewas dipicu sakit hati karena cemburu. Dia (pelaku) menuding korban berselingkuh dengan istrinya.

“Untuk Saat ini Motif dari pelaku Melakukan Penganiayaan Kepada Korban berdasarkan pngakuan Tetsangka yaitu adanya kecurigaan Pelaku yang menuduh Korban telah menjalin hubungan Asmara dengan Istri Pelaku dan sedang di dalami jika ada motif lain,” ungkapnya.

Pemkot Kendari