Cara Menjaga agar Telinga Tetap Sehat

  • Whatsapp
Cara Menjaga agar Telinga Tetap Sehat
hotel venus kendari

MetroHealth – Telinga adalah organ pendengaran yang memiliki fungsi menangkap dan mengubah bunyi berupa energi mekanis menjadi energi elektris secara efisien dan diteruskan ke otak untuk disadari dan dimengerti. Telinga memiliki reseptor khusus untuk mengenali getaran bunyi.

Selain untuk mendengarkan suara atau bunyi, fungsi telinga lainnya yakni untuk keseimbangan. Melansir Health Line, telinga merupakan saluran yang terbuka di bagian luar dan bersatu dengan tulang tengkorak.

Bacaan Lainnya

Telinga bagian luar Telinga bagian luar terdiri dari daun telinga dan bagian rongga telinga yang menjadi batas dengan telinga bagian dalam.

1.Setiap bagian telinga itu memiliki fungsi masing-masing, yaitu: Daun telinga atau pinna adalah bagian yang paling terlihat dari telinga luar dan apa yang kebanyakan orang rujuk ketika mereka menyebut kata “telinga”.

2.Telinga bagian tengah Bagian telinga ini merupakan rongga yang berisi udara untuk menjaga tekanan udara tetap seimbang. Ruang telinga tengah berhubungan dengan telinga luar melalui membran timpani (gendang telinga). Selain gendang telinga, di telinga bagian tengah terdapat juga bagian lain bernama saluran eustachius dan tiga tulang pendengaran.

Setiap bagian telinga itu memiliki fungsi masing-masing, yaitu: Daun telinga atau pinna adalah bagian yang paling terlihat dari telinga luar dan apa yang kebanyakan orang rujuk ketika mereka menyebut kata “telinga”.

3. Telinga bagian dalam Telinga bagian dalam secara umum berfungsi mengoperasikan indera keseimbangan tubuh dan berisi organ pendengaran. Ada dua bagian utama di telinga bagian dalam, yakni: Kanal semisirkularis terdiri dari tiga saluran setengah lingkaran. Di bagian ini terdapat reseptor keseimbangan Koklea (rumah siput) yang di dalamnya terdapat alat kortil yang mengandung saraf pendengar (alat pendengaran).

Kondisi yang dapat memengaruhi fungsi pendengaran Melansir Cleveland Clinic, ada banyak kondisi maupun penyakit yang dapat menyebabkan masalah pada sistem pendengaran. Berikut adalah beberapa contoh kondisi yang dapat memengaruhi fungsi pendengaran:

1. Penuaan Semakin lama hidup, semakin banyak pula tubuh terpapar oleh suara, racun lingkungan, dan obat-obatan, dan mengalami masalah kesehatan yang lebih besar.

Semua ini berdampak pada kesehatan secara keseluruhan, termasuk sistem pendengaran. Jadi gangguan pendengaran adalah umum pada masyarakat yang lebih tua, bukan karena sudah tua tetapi karena telah menjalani kehidupan selama bertahun-tahun (lama).

2. Kerusakan atau trauma Mendorong kapas atau benda lain ke dalam telinga dapat menyebabkan gendang telinga tertusuk. Tamparan keras pada telinga dapat pula menyebabkan trauma, dan trauma kepala dapat menyebabkan patah tulang di dalam telinga. Contoh-contoh ini dapat menyebabkan masalah pendengaran yang bisa sementara atau permanen dan mungkin memerlukan intervensi medis.

3. Penyakit Penyakit kardiovaskular dan diabetes dapat menempatkan seseorang pada risiko lebih besar untuk mengalami masalah pendengaran dengan mengurangi suplai darah ke telinga dan sistem pendengaran.

5. Paparan suara Mendengarkan suara yang terlalu keras terlalu lama akan merusak struktur telinga bagian dalam dan menyebabkan gangguan pendengaran. Eksposur dapat bersifat jangka panjang (misalnya, bekerja selama bertahun-tahun di pabrik), atau dapat terjadi hanya dengan satu eksposur (untuk hal-hal seperti senjata api atau petasan). Semakin besar paparan, maka kian besar juga risiko terjadinya gangguan pendengaran.

6. Kotoran telinga Adanya kotoran telinga di saluran telinga adalah sesuatu yang normal dan sehat. Namun terkadang serumen bisa menumpuk terlalu banyak dan menghalangi suara sampai ke gendang telinga sehingga menyebabkan gangguan pendengaran.

Kapan harus menghubungi dokter?

Seseorang perlu segera menghubungi atau mengunjungi dokter mengalami gangguan pendengaran mendadak, meskipun hanya di satu telinga. Perawatan untuk gangguan pendengaran mungkin akan menjadi tidak efektif jika Anda menunda berkonsultasi dengan spesialis perawatan pendengaran.

Spesialis perwatan pendengaran berbeda dari dokter umum.

Mereka di antaranya yakni: Ahli audiologi: Ahli kesehatan terlatih untuk mendiagnosis dan mengobati masalah pendengaran dan keseimbangan non-medis. Ahli THT: Dokter yang menangani masalah pada telinga, hidung, dan tenggorokan. Otolog: Spesialis yang praktiknya terbatas pada telinga dan manajemen medis dan bedah masalah telinga atau pendengaran.