BPOM-Pemkot Kendari Bersinergi Awasi Jajanan Anak Sekolah

  • Whatsapp
BPOM
Kepala BPOM Kota Kendari, Yoseph Nahak Klau bersama Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir saat kegiatan advokasi keamanan pangan terpadu, Selasa (25/5/2021) Foto. Isra Waode/metrokendari.id

Kendari – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) gelar advokasi keamanan pangan terpadu dalam rangka kegiatan desa pangan aman, pangan jajanan anak sekolahan dan pasar aman berbasis komunitas di salah satu hotel di Kota Kendari, Selasa (25/5/2021).

Kepala BPOM Kota Kendari, Yoseph Nahak Klau mengatakan pihaknya saling berkoordinasi dengan pemerintah kota untuk meningkatkan efektifitas pengawasan obat dan makanan.

“Kenapa ini penting, karena pengawasan obat dan makanan ini kan menyangkut hajat hidup masyarakat. Jadi kalau pengawasannya tidak efektif tentu mempunyai resiko kepada konsumsi masyarakat akan obat dan makanan,” ujarnya.

Yoseph mengaku, dalam menindaklanjuti hal tersebut pihaknya bekerja sama dengan pemerintah kota dalam memproteks Usaha Mikro Kecil dan menengah (UMKM) sehingga produk yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi yaitu memenuhi standar mutu, mempunyai daya saing hingga ke pasar internasional.

Selain itu, dikatakan Yoseph, pihaknya juga bersama Wali Kota Kendari melauncing program pemberdayaan komunitas di kelurahan atau desa untuk mandiri melakukan pengawasan keamanan pangan.

“Jadi nanti ada kader-kader di desa atau kelurahan yang dilatih untuk mengambil contoh makanan termasuk menguji dengan rapit test ada pengujian cepatnya untuk memastikan pangan itu ada tidak bahan berbahayanya, misalnya di ikan ada formalinnya, di kerupuk ada boraksnya. Termasuk juga melatih ibu-ibu rumah tangga berbelanja mengenali makanan yang aman dan menyiapkan makanan yang aman dikeluarga,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Yosep menjelaskan pihaknya akan melatih komunitas pasar
sehingga pasar tersebut mandiri melakukan pengawasan makanan yang dijual di pasar.

“Petugas pasar dalam hal ini upt pasar akan kita latih kemampuan untuk mendeteksi apa ada makanan yang mengandung bahan-bahan kimia berbahaya dan kemudian makanan jajanan anak sekolah, kita tau anak sekolah hampir setiap hari pasti beli jajanan jadi kita harus pastikan yang dikonsumsi oleh anak-anak ini,” jelasnya.

Oleh nya itu, pihaknya juga akan memberdayakan penjual yang ada disekolah untuk mampu mengenal, mendeteksi bahan makanan yang berbahaya sehingga tidak sampai di konsumsi oleh masyarakat.

“Ini pilot project Kita hanya memilih beberapa desa, satu pasar dan beberapa sekolah,” imbuhnya.

Kendati demikian, Yoseph berharap jika program tersebut dapat diperluas maka tahun depan sekolah, pasar dan desa atau kelurahan yang lain lagi sehingga nantinya ada kesadaran kolektif, kesadaran bersama masyarakat, pelaku usahanya, pemerintahnya bersama-sama menjaga keamanan pangan.

Pemkot Kendari