BNNP Sultra Tangkap Pengedar Sabu 1,5 Kg di Kendari, Satu Napi Lapas

  • Whatsapp
BNNP Sultra Tangkap Pengedar Sabu
BNNP Sultra amankan BB sabu dan dua pelaku, Kamis (1/7/2021) Foto. Isra Waode/metrokendari.id

KendariBadan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara, menangkap dua pengedar sabu berinisial AY (26) dan JY (45) tahun dengan barang bukti 1.513 gram.

Kepala BNNP Sultra, Brigen Pol Sabaruddin Ginting mengatakan, kasus peredaran sabu itu berhasil dungkap setelah mendapat informasi akan terjadinya transaksi yang dilakukan oleh AY.

Bacaan Lainnya

“AY ditangkap di salah satu Hotel yang terletak di Jalan Laremba, Kelurahan Kadia, pada 28 Juni lalu. Barang bukti awal yang diamankan dari tangan AY sebanyak 1 Kilogram (Kg),” ujar Sabaruddin Ginting kepada awak media, Kamis (1/7/2021).

Usai menangkap AT, lanjut Sabaruddin Ginting, kemudian dilakukan pengembangan di sebuah kamar kos tempat pelaku tinggal.

“Saat dilakukan penggeledahan di kamar kos AY, kembali ditemukan barang bukti sabu sebanyak 513 gram,” ucapnya.

Baca Juga : Napi Pengendali Narkoba Jaringan Lapas Akhirnya Diamankan BNNP Sultra

Dia menjelaskan, dari hasil interogasi bahwa AY mengaku diperintah oleh seorang Narapidana (Napi) dari Lapas Kelas II Kendari melalui komunikasi telepon selular.

“Jadi AY ini diperintah oleh seorang Napi Lapas berinisial JY lewat telepon untuk mengambil paket sabu tersebut, untuk diantar ke pemesannya,” jelasnya.

Mendapat keterangan AY, petugas BNNP Sultra langsung berkoordinasi dengan pihak Lapas untuk menjemput JY yang menjadi aktor pengendali dalam peredaran sabu tersebut.

“Setelah kami berkoordinasi dengan pihak Lapas, Napi tersebut langsung kita amankan dan sebuah handphone yang dipakai untuk berkomunikasi dengan AY. Selanjutnya kita bawa ke kantor BNNP Sultra untuk proses pemeriksaan lebih lanjut,” kata jenderal Polisi bintang satu itu.

Baca Juga : Cegah Tindak Pidana Dalam Rutan, Kemenkumham dan BNN Sultra Gelar Razia

Kini kedua pelaku AY dan JY telah diamankan di Rumah Tahanan (Rutan) BNNP Sultra untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Para pelaku dijerat pasal 132 subsider 112 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Keduanya diancam hukuman seumur hidup atau pidana 20 tahun penjara,” tegas Sabaruddin Ginting.