BNNP Sultra Tangkap 3 Pengedar Sabu 55,77 Gram di Kendari

  • Whatsapp
BNNP Sultra
BNNP Sultra amankan BB sabu dan pelaku, Sein (14/6/2021) Foto. Isra waode/metrokendari.id
hotel venus kendari

Kendari – Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) telah berhasil mengamankan 3 orang yang diduga sebagai pengedar narkotika golongan I jenis Sabu dengan berat brutto sebanyak 55,77 gram pada Kamis dan Jumat, (10/11/12).

Tersangka yang terlibat dengan narkotika tersebut diantaranya inisial Z
alias I (19) inisial AD alias A (18) dan RB alias R (35).

Bacaan Lainnya

Kepala BNNP Sultra, Brigjen Pol Sabarudin Ginting mengatakan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dari penangkapan ini, yang pertama di dalam pasar Lapulu Jl Setia Budi, Kelurahan Lapulu, Kecamatan Abeli Kota Kendari, yang kedua Jl Khairil Anwar, Lorong Durian, Kelurahan Wua-Wua, Kecamatan Wua-Wua dan yang ketiga di Lapas kelas II A Kendari.

“Tersangka Z alias I diamankan pada Kamis tanggal 10 Juni pukul 21.00 Wita. Sedangkan tersangka AD diamankan pada hari Jumat tanggal 11 Juni sekitar pukul 08.20 Wita,” ujarnya saat press release di kantor BNNP Sultra, Senin (14/6/2021).

Ia menjelaskan, kronologis penangkapan itu berasal dari informasi masyarakat tentang adanya transaksi narkotika disekitar pasar Lapulu. Selanjutnya dilakukan upaya-upaya penyelidikan oleh petugas BNNP Sultra guna mendalami informasi terkait.

“Pada tanggal 10 Juni sekitar pukul 21.00 Wita petugas BNNP berhasil mengamankan seorang tersangka berinisal Z alias I setelah dilakukan upaya penggeledahan terhadap tersangka petugas menemukan 1 bungkus plastik bening yang berisi kristal warna putih yang diduga kuat merupakan narkotika jenis Sabu dengan berat bruto seluruhnya 47,19 gram. Kemudian tersangka beserta barang buktinya dibawa di kantor BNNP Sultra dalam rangka proses penyelidikan dan diteruskan penyidikannya,” terangnya.

Baca Juga : Napi Pengendali Narkoba Jaringan Lapas Akhirnya Diamankan BNNP Sultra

Lebih lanjut, dikatakan Sabarudin, pada hari Jumat tanggal 11 Juni sekitar pukul 08.20 Wita petugas BNNP Sultra berhasil mengamankan tersangka dengan inisial AD alias A yang padanya kedapatan telah menerima, membawa, memiliki dan menguasai serta mengkonsumsi narkotika golongan I jenis Sabu.

Setelah dilakukan penggeledahan terhadap tersangka AD alias A petugas berhasil menemukan 12 bungkus plastik berisikan kristal putih yang diduga kuat merupakan narkotika jenis Sabu dengan berat bruto 8,58 gram.

Dari hasil penyidikan, petugas memperoleh informasi bahwa tersangka AD alias A mengambil narkotika jenis Sabu atas perintah dari seorang Napi Lapas kelas II A Kendari berinisial R. Setelah itu, petugas langsung melakukan koordianasi dan pengembangan di Lapas kelas II A Kendari.

Dari hasil Koordinasi tersebut petugas Lapas berhasil menyita 1 unit Hp merek Nokia warna hitam yang diduga merupakan alat komunikasi dan mengatur peredaran dengan tersangka AD.

“Hp merek Nokia hitam tersebut disita dari Napi berinisial R. Modus yang digunakan oleh jaringan ini adalah melakukan jual beli narkoba secara gelap dengan modus menempatkan barang bukti (BB) disuatu tempat untuk diambil oleh pembeli narkoba tersebut,” jelasnya.

Baca Juga : BNN Sultra Tangkap Kurir Narkoba di Kendari, 2 Kg Sabu Disita Petugas

BB yang disita terkait 2 perkara itu, yakni 1 unit hp merek Realme berwarna hijau, 1 unit sepeda motor yamaha mio fino warna putih, 1 unit hp merek Vivo warna biru, 1 buah tas ransel warna cokelat, 1 buah timbangan digital warna silver, 1 buah bong lengkap dengan pipitnya, 1 buah sumbuh sabu, 1 buah sendok sabu, 185 lembar plastik bening ukuran 5×3 cm, 1 unit hp Nokia warna hitam.

Dari ketiga tersangka tersebut, saat ini dalam proses penyidikan guna diajukan ke penuntut umum oleh penyidik BNNP Sultra.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pasal yang dikenakan adalah pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) , Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Sedangkan untuk tersangka AD dan tersangka R, pasal 132 ayat (1) junto pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat (2) junto pasal 127 ayat (1) Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun serta paling lama 20 (dua puluh) Tahun.