BMKG Kendari Bekali Nelayan Tentang Pengetahuan Cuaca

  • Whatsapp
BMKG
Kegiatan SLCN di salah satu hotel Kota Kendari, Sabtu (5/6/2021) Foto. Isra Waode/metrokendari.id

Kendari – Kendari- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi kelas II Maritim Kendari menggelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) di salah satu hotel di Kota Kendari, Sabtu (5/6/2021).

SLCN itu diikuti oleh 118 orang peserta se Sultra yang dilaksanakan selama 3 hari dengan memberikan materi yang berkaitan dengan pengenalan cuaca dan pemahamannya.

Bacaan Lainnya

“Terus aksesnya gimana. Semakin mudah informasi yang kami berikan di akses akan semakin baik dan semakin banyak yang menerima akan semakin baik juga,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kendari, Sugeng kepada awak media.

Lebih lanjut, Sugeng mengatakan, setelah kegiatan ini diharapkan nelayan yang mengikuti SLCN bisa menyampaikan pengetahuannya kepada nelayan-nelayan yang lain sehingga dengan pemahaman yang baik dan dengan akses yang mudah mitigasi bencananya akan berkurang.

“Misalkan, ada ikannya tapi kalau cuacanya lagi buruk kan itu harus dihindari juga karena taruhannya nyawa,” katanya.

Sementara itu, usai membuka kegiatan SLCN itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae mengatakan kegiatan ini sangat dibutuhkan, karena wilayah Sultra adalah daerah kepulauan sehingga tidak sedikit masyarakat yang bekerja sebagai nelayan.

Dikatakan Ridwan, mereka harus menjadi prioritas pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraannya.

“Nah kalau kepulauan banyak, masyarakat kita adalah mayoritas nelayan. Nelayan kita ini kan kita perlu dorong sehingga mereka bisa hidup sejahtera,” ungkapnya.

Menurut Ridwan, salah satu kehidupan sejahtera mereka adalah harus diperhatikan dalam 2 hal yakni, keselamatan dan bagaimana mereka bisa mendapatkan ikan.

“Nah disekolah lapang ini 2 hal itu yang dilakukan. Hal yang pertama bagaimana menginformasikan bahwa cuaca lagi tidak baik maka tidak boleh melaut. Kalau baik silahkan, mereka langsung tau kalau didaerah ini ada ikan. Jadi begitu diberi kemudahan tetapi yang diutamakan adalah keselamatannya dulu. Jangan ko pergi sudah ada ikan disana ko pergi tangkap tapi cuaca ko tidak tau,” ucapnya.

Oleh karena itu, menurut Ridwan BMKG bekerja dengan sangat maksimal memberikan suatu informasi yang bernilai edukatif dan keselamatan bagi nelayan sekaligus mendapatkan rezeki yang banyak.

“Kalau nelayan kita dapat ikan yang banyak berarti kan masyarakat kita tidak kekurangan ikan. Tapi yang tidak kalah pentingannya juga adalah biota laut kita ini harus dijaga tidak boleh dirusak,” tandasnya.