ADVERTISEMENT

Berkunjung ke Sultra, Jokowi Akan Resmikan Bendungan Ladongi dan Tinjau Pabrik PT VDNI

153 Views
Presiden RI, Joko Widodo
ADVERTISEMENT

Kendari – Peresmian smelter nikel milik PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), dikabarkan akan dihadiri Presiden RI Jokowi Dodo.

Kehadiran orang nomor satu di Indonesia itu di Bumi Anoa merupakan suatu rangkaian dari kunjungan kerja yang dijadwalkan sejak 27- 28 Desember 2021.

Bahkan, peresmian Bendungan Ladongi di Kabupaten Kolaka Timur juga masuk dalam agenda kunjungan Jokowi.

ADVERTISEMENT

“Presiden dijadwalkan tiba di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Halu Oleo menggunakan pesawat kepresidenan. Saat setelah berkunjung ke Bali tentang peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Internasional Bali,”ujar Andi Syahrir Kabid Diskominfo Sultra dalam keterangan tertulis yang diterima Metrokendari.id, pada Senin (27/12/2021).

Lebih lanjut, Gubernur Sultra Ali Mazi dijadwalkan bakal menjemput presiden sekitar pukul 14.15 WITA, dari Lanud Halu Oleo. Dimana, Presiden didampingi oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung, akan bergerak menuju Morosi via jalur darat.

“Sedangkan peresmian smelter di Morosi dijadwalkan berlangsung pada pukul 15.30 WITA. Setelah acara, Presiden akan kembali ke Kota Kendari untuk beristirahat. Setelah itu,pada Selasa (28/12). Presiden menuju Ladongi menggunakan helikopter dari Lanud Halu Oleo,”terangnya.

Sekitar pukul 09.00 WITA, Presiden tiba di lokasi peresmian bendungan yang akan belangsung sekitar 45 menit. Pada pukul 10.45 Wita, ia akan kembali ke Lanud Halu Oleo dan selanjutnya terbang menuju ke Solo untuk meresmikan Waduk Pidekso di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

“Pembangunan smelter milik PT. VDNI merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020 tentang Perubaan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional,”tuturnya.

Sementara itu, dalam lampiran perpres tersebut, Kawasan Industri Konawe (yang di dalamnya merupakan investasi PT. VDNI) merupakan proyeks strategis nasional nomor urut 98.

“Investasi di kawasan tersebut senilai Rp 47 triliun dan sejauh ini telah menyerap tenaga kerja sebanyak 16.515 orang (data Direktorat Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian, Juni 202),” bebernya.

Andi menerangkan bahwa Bendungan Ladongi yang dibangun oleh Kementerian PUPR merupakan proyek dengan skema multiyears dengan kontrak tahun 2016-2021 senilai Rp 1,14 triliun.

“Bendungan Ladongi merupakan bendungan tipe urugan batu dengan tanah lempung yang dibangun oleh kontraktor BUMN PT. Hutama Karya (Persero) bekerjasama dengan kontraktor swasta nasional yakni PT. Bumi Karsa (KSO),” katanya.

Ia menambhakan, luas genangan serta area sabuk hijau mencapai 246,13 hektare, dengan kapasitas tamping sebesar 45,95 juta kubik. Area sabuk hijau merupakan ruang terbuka hijau yang bertujuan membatasi perkembangan suatu penggunaan lahan atau membatasi aktivitas satu dengan aktivitas lainnya agar tidak saling mengganggu.

“Air yang tertampung di Bendungan Ladongi nantinya akan mengairi areal sawah dengan layanan irigasi seluas 3.604 ha secara kontinyu di Kabupaten Kolaka Timur. Selain itu, akan berfungsi pula sebagai pengendali banjir di wilayah hilir Singai Ladongi dengan kemampuan menahan limpahan air sebesar 132,25 kubik per detik,”

Selain pemanfaatan, lanjutnya, pada sektor pertanian, Bendungan Ladongi juga berfungsi sebagai pengendalian bencana banjir.

“Bendungan Ladongi juga akan menjadi sumber air baku sebesar 0,12 kubik per detik serta potensi sumber pembangkit energi listrik sebesar 1,3 MegaWatt,” Andi memungkasi.

Laporan. Yondris Puamalo

ADVERTISEMENT

Baca Metro Kendari di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.