Bejat! Dua Gadis di Konsel Diperkosa Bergilir 8 Pemuda di Rumah Kosong

  • Whatsapp
gadis diperkosa
Foto. Ilustrasi

Konawe Selatan – Dua orang gadis menjadi korban pemerkosaan oleh sekelompok pemuda di sebuah rumah kosong, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kapolsek Ranomeeto, AKP Junaedi mengatakan, diantara dua korban gadis yang jadi korban pemerkosaan itu salah satunya masih berstatus anak dibawah umur.

Bacaan Lainnya

“Untuk dua korban ini waktu kejadiannya berbeda-beda. Salah satunya yang masih dibawah umur sebut saja Bunga (nama samaran), kejadiannya pada Kamis (21/10/2021). Awalnya bunga dijemput oleh pacarnya diajak jalan-jalan di Konsel. Pelaku tiba-tiba berhenti di tengah jalan lalu korban diajak ke sebuah rumah kosong dan disitu sudah ada teman-teman pacarnya,” ujarnya kepada metrokendari.id, Kamis (28/10/2021).

Setelah tiba di rumah kosong itu, lanjut Junaedi, korban kemudian diperkosa secara bergilir oleh para pelaku yang sudah menunggu.

“Iya, jadi korban digilir oleh para pelaku di rumah kosong itu. Korban tidak berani melawan karena mendapat ancaman dari pelaku,” tuturnya.

Dia menerangkan, setelah mengeksekusi korban lalu diantar pulang ke rumahnya. Kasus itu terbongkar setelah korban mengeluh kesakitan dan diketahui oleh orang tuannya.

“Korban kemudian ditanya-tanya oleh orang tuanya setelah mengeluh kesakitan pada bagian kemaluannya. Disitulah korban akhirnya jujur dan menceritakan bahwa dia telah disetubuhi oleh beberapa pemuda,” kata Junaedi.

Mendengar pengakuan anaknya dan merasa keberatan, orang tua korban langsung melaporkan kasus itu ke kantor Polisi.

Polisi yang menerima laporan itu kemudian meminta keterangan korban terkait perihal yang dialaminya. Polisi akhirnya berhasil mengantongi identitas para pelaku kemudian melakukan penangkapan.

“Pertama ada tujuh pelaku yang kita tangkap, lalu terakhir tadi ada satu lagi yang berhasil ditangkap oleh Polsek Landono dan telah diserahkan ke kami Polsek Ranomeeto,” jelasnya.

Junaedi menyebut, kasus pemerkosaan itu telah diambil alih oleh Polres Kendari untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

“Jadi sudah ada 8 orang yang diamankan dan sekarang sudah diambil oleh Polres Kendari,” pungkasnya.

Pemkot Kendari