Bejat! Ayah Tiri Tega Perkosa Anaknya Hingga Hamil 7 Bulan di Kendari

  • Whatsapp
Ayah TIri Perkosa Anak
Korban saat didampngi melapor di Rabu (7/4/2021) Foto. Ist
hotel venus kendari

Kendari – Aksi kasus kejahatan seksual dan kekerasan terhadap seorang gadis dibawah umur kembali terjadi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kasus itu dialami oleh seorang  gadis bernama Bunga (nama samaran), asal Kota Kendari. Ia diperkosa oleh ayah tirinya sendiri hingga hamil 7 bulan.

Bacaan Lainnya

“Ini korban diperkosa sejak masih kelas 5 SD oleh pelaku. Korban takut melapor karena kerap diancam akan dibunuh menggunakan pisau oleh ayah tiri korban,” ujar Ketua Organisasi Jaringan Perepuan Pesisir Sultra, Mutmainna saat dihubungi metrokendari.id Kamis (8/4/2021).

Mirisnya, aksi pencabulan pelaku ternyata telah diketahui oleh ibu kandungnya selama beberapa tahun silam. Namun hal itu justru tidak membuat ibu kandung korban tidak berani untuk berbuat banyak tanpa alasan jelas.

“Kalau ibunya sudah tahu sebenarnya, cuman tidak tahu juga kenapa tidak ada respon dan seolah tidak melindungi anaknya dari kelakuan suaminya itu,” tuturnya.

Kronologi :

Mutmainna menjelaskan, sejak korban diketahui hamil oleh salah satu keluarganya justru keduanya kabur dari rumah diduga takut karena dilaporkan ke kantor Polisi.

“Sejak terbongkar kalau korban diketahui hamil oleh Tantenya, saat itu juga ibu kandung dan bapak tiri korban melarikan diri dari rumah hingga saat ini tidak kembali,” katanya.

Dia menambahkan, kasus itu terbongkar saat ibu korban baru saja menggelar acara santap makan songgi di rumahnya pada Rabu (7/4/2021). Tante korban curiga kenapa beberapa hari ini ponakannya itu tidak terlihat keluar dari rumah sesekalipun.

“Selesai acara songgi, ini tantenya kan bertetangga dengan korban. Ia melihat dari samping korban sedang menyapu pakai baju daster. Kelihatan perutnya membuncit tidak pada umumnya. Saat itulah tantenya mendatangi ibu anak itu untuk menanyakan soal kondisi korban. Sempat terjadi keributan karena ibu kandungnya menolak mau ajak periksa korban. Saat itulah dipaksa oleh tantenya dengan membawa korban, sedangkan ibu kandungnya dan pelaku langsung melarikan diri tanpa diketahui,” bebernya.

Sejak itu, pihak keluarga yang didampingi lembaga Organisasi Jaringan Perepuan Pesisir Sultra langsung melapor ke Polsek Abeli.

“Kasus ini sudah di laporkan ke Polsek Abeli awalnya, kemudian diteruskan juga laporannya ke Polres Kendari,’ tandasnya.