Baznas Kota Kendari Imbau Warga Bayar Zakat Fitrah Lebih Awal

  • Whatsapp
Baznas Kota Kendari
Ketua Baznas Kota Kendari, Alimuddin (Foto. Isra Waode/metrokendari.id)
hotel venus kendari

Kendari Baznas Kota Kendari imbau masyarakat untuk membayar Zakat Fitrah lebih awal agar pendistribusian Zakat tersebut dapat terlaksana secara baik dan merata kepada fakir miskin.

Hal itu diungkapkan Ketua Baznas Kota Kendari, Alimuddin usai rapat persiapan Hari Raya Idul Fitri 1442 H di Kantor Kemenag Kota, Kamis (29/4/2021).

“Untuk pembayaran Zakat Fitrah sesuai ketentuan syariat kan malam takbir tapi karena kondisi saat ini kalau rata-rata umat Islam membayar Zakat sehari sebelum Idul Fitri kesulitannya di Amil untuk mendistribusikan Zakat itu sehingga fakir miskin yang akan menerima Zakat itu tidak bisa lagi memanfaatkan dana Zakat itu karena mau belanja apa semua toko sudah tutup,” katanya.

Alimuddin mengatakan, sasaran Zakat Fitrah adalah untuk membahagiakan fakir miskin pada Hari Raya.

“Tapi kalau malam Hari Raya baru di bayar Zakat Fitrah nya untuk membahagiakannya itu gimana kalau dia mau beli songko sudah tidak bisa kerena mungkin toko sudah tidak buka, mau beli sarung barangkali karena tidak ada sarungnya sudah tidak bisa lagi,” tuturnya.

Alimuddin mengaku, pembayaran Zakat Fitrah dapat dilakukan sejak awal memasuki Ramadhan karena Zakat Fitrah merupakan Zakat jiwa yang wajib dibayarkan sebelum pelaksanaan shalat IED tidak terkecuali bayi yang baru dilahirkan.

Begitu pun sebaliknya, orang yang meninggal menjelang malam takbir sudah tidak wajib untuk dibayarkan Zakat Fitrah nya.

“Karena ini yang mau dibayarkan kan Zakat jiwanya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, dikatakan Alimuddin, orang yang berhak menerima Zakat yakni orang fakir dan miskin. Orang fakir adalah orang yang tidak terpenuhi kebutuhan pokoknya. Sedangkan orang miskin adalah orang yang terpenuhi kebutuhan pokoknya saja.

“Jadi kalo fakir biasanya kita makan itu 3 kali sehari mungkin paling dia makan 2 kali sehari itu yang masuk golongan fakir. Sedangkan yang miskin mungkin bisa makan 3 kali sehari, masih bisa beli baju tapi tidak bisa menyekolahkan anaknya,” tandasnya.