Bappeda Sultra : Angka Kasus Stunting Turun 28,7 Persen

  • Whatsapp
Bappeda Sultra
Penilaian angka stunting oleh Bappeda Sultra, Kamis (27/5/2021) Foto. Isra Waode/metrokendari.id
hotel venus kendari

Kendari – Badan Pembagunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) gelar penilaian kinerja upaya penurunan stunting terintegrasi kabupaten lokus tahun 2021 di salah satu hotel di Kota Kendari, Kamis (27/5/2021).

Kabupaten fokus tersebut terdiri dari, Kabupaten Muna, Buton, Buton Selatan, Kolaka, Kolaka Timur dan Wakatobi.

Kabid Pembangunan Manusia dan Masyarakat (PMM) Bappeda Sultra, La Ode Muhammad Alwi mengatakan pada hari ini pihaknya mendengarkan paparan masing-masing dari 6 kabupaten lokus, baik itu pelaksanaan, hambatan dan apa yang sudah dihasilkan.

“Kedua, tim nilai wilayah 5 dari Makassar itu ikut memantau seberapa jauh sebenarnya perkembangan yang sudah dilakukan oleh kabupaten lokus dan yang terakhir kita coba nilai dia punya stand pameran. Yang disajikan itu adalah makanan-makanan olahan daerah untuk makanan tambahan ibu hamil, anak bayi mulai dari sejak lahir sampai dengan umur 59 bulan. Nah itu sebenarnya yang kita laksanakan hari ini,” terangnya.

Alwi mengaku, saat ini angka stunting di Sultra mengalami penurunan hingga mencapai 28,7 persen di bandingkan tahun 2019 yakni sebanyak 31 persen.

“Kenapa kita masuk di 10 besar penanganan stunting tahun 2019 karena angkanya kita 31 persen. Sekarang allhamdulilah 2 tahun terakhir kita sudah bisa turun hingga 28,7 persen. Nah kita mau dengarkan lagi tahun ini berapa turunnya angka stunting di masing-masing kabupaten sehingga kita bisa akumulasi Sultra apakah dia naik atau bertahan,” jelasnya.

Lebih lanjut, dikatakan Alwi, 2019 Sultra berada di zona merah, Papua, Papua Barat, Sultra. Namun, di 2020 pihaknya melakukan percepatan sesuai dengan arahan Gubernur agar Sultra tidak lagi menjadi zona merah.

“Kita ini daerah kepulauan. Masa makan ikan segar-segar kita stuntingnya tinggi sehingga kita lakukan percepatan dan di 2020 kita masuk menjadi zona hijau dia lewati kuning,” imbuhnya.

Untuk itu, di 2021 ini pihaknnya pada zona Sulawesi akan mengupayakan untuk mendapat rangking pertama menyusul Gorontalo.

Untuk diketahui, Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.