Bantah Rusak Makam Leluhur, PT RIOTA: Kita Cari Buktinya Sama-sama

  • Whatsapp
PT RIOTA Kolut
Humas PT Riota, Muhammad Awaluddin
hotel venus kendari

Kendari – Humas PT Riota, Muhammad Awaluddin akhirnya angkat bicara mengklarifikasi soal perusahaannya dituding melakukan perusakan makam leluhur.

“Berkenaan dengan makam leluhur yang dimaksud keluarga kita dari gabungan ormas Tolaki yang berada di Tanjung Watulaki, perlu kami sampaikan bahwa Tanjung Watulaki tersebut di luar IUP PT Riota, serta di luar projek area PT RIOTA,” ujar Awaladdin dalam keterangannya yang diterima metrokendari.id, Kamis (15/7/2021).

Bacaan Lainnya

Menanggapi persoalan tersebut, Awaluddin mengaku pihaknya siap membuka ruang dialog membahas dugaan perusakan makam leluhur yang diarahkan ke perusahaanya.

“Kami juga sangat terbuka membicarakan jika subtansinya soal makam tersebut. Termasuk bagaimana sama-sama kita mencari bukti dan saksi sejarah dari tokoh tokoh masyarakat yang ada di sekitar,”ucapnya.

Dia menambahkan, pihaknya mengajak pihak yang berunjuk rasa untuk mencari kebanaran terkait keberadaan makam leluhur di kawasan IUP PT RIOTA, Kabupaten Kolut.

“Kalau klaim keluarga kami dari ormas Tolaki menganggap bahwa makam tersebut ada di IUP PT Riota, mari kita sama-sama mencari bukti-bukti sejarah yang kredible,” kata Awaluddin.

“Tentu mencari bukti sejarah juga harus melibatkan instansi terkait. Olehnya itu, kami berharap dalam hal ini kita bisa sama-sama mencari bukti. Dan tentunya kita harus sadari, asumsi pribadi seseorang tidak bisa dijadikan landasan bukti,” sambungnya.

Izin Tersus PT Riota

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Iskandar Adnin menyebut izin Terminal Khusus (Tersus) atau Jetty PT Riota yang berada di Desa Waitombo, Kecamatan Lambai, Kolut, merupakan wewenang Pemerintah Pusat.

“Saya ingin menjelaskan begini, persoalan perizinan dan legalitas pembangunan maupun pemanfaatan operasional Tersus PT Riota itu bukan kewenangan kami. Tapi ranahnya pemerintah pusat,” ucapnya.

“Tapi, dari dokumen perizinan yang ditunjukan oleh pihak perusahaan kepada kami, kalau saya nilai sudah sangat signifikan dan bisa dikatakan aktivitas (Tersus PT Riota) legal, karena izin dari Kementrian Perhubungan, baik izin pemanfaatan maupun operasional Tersus-nya mereka sudah miliki,” tambahnya.

Dia mengungkapkan, terkait dokumen Tersus milik PT Riota disebut telah memiliki izin lingkungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLHK) Provinsi.

“Begitu juga dengan izin lingkungan yang mereka peroleh dari PTSP Provinsi atas rekomendasi Dinas Lingkungan Hidup Provinsi yang masih menjadi kewenangan provinsi. Kemudian perteknya dari Navigasi III lengkap dengan berita acaranya, bahkan surat rekomendasi gubernur dalam rangka penetapan lokasi Tersus yang dimaksut itu, perusahaan punya,” paparnya.

Lebih lanjut, Iskandar menjelaskan, aktivitas Tersus PT Riota dinyatakan resmi setelah pihaknya mendapatkan dokumen-dokumen dari pihak perusahaan.

“Dari gambaran dokumen-dokumen yang ada itu, untuk sementara saya menyimpulkan bahwa memang sudah legal. Ending dari pengurusan Tersus inikan dari Kementerian Perhubungan Dirjen Perhubungan Laut. Dan mereka (Kemenhub) sudah mengeluarkan surat penetapan komitmen terhadap izin pembangunan, izin pemanfaatan maupun operasional tersus PT Riota di Kolut,” tandasnya.