Air PDAM di Kendari Macet Berhari-hari, Ternyata Ini Sebabnya

  • Whatsapp
Air PDAM
Ruang kantor PDAM Kota Kendari

Kendari – Krisis ketersediaan air bersih di Kota Kendari, Sulawesi tenggara (Sultra), kini masih menjadi masalah serius yang kerap di keluhkan oleh warga yang terdampak.

Bahkan, tak jarang ditemui warga terpaksa harus mengeluarkan uang pribadi demi memperoleh air bersih untuk keperluan sehari-hari yang sifatnya sangat mendesak.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan informasi yang dihimpun, krisis air bersih tersebut sedikitnya terdapat dibeberapa kecamatan seperti, Wua – wua, Kadia, Puuwatu, Mandonga, Kendari dan Kendari Barat.

Salah seorang warga Kecamatan Kadia Samearto mengatakan, bahwa ia terpaksa harus menunggu sekitar dua minggu demi mendapatkan air bersih dari layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kendari.

“Kebetulan disini macet macet airnya jadi terpaksa kita beli air yang harganya itu Rp 50 ribu per tower” keluhannya saat di wawancarai, Senin ( 25/10/2021).

Saat dikonfirmasi terkait perihal tersebut, Kabag Hubungan Langganan PDAM Kendari Sarmin menjelaskan, faktor yang menyebabkan terhambatnya pendistribusian air bersih tersebut kerena terdapat kerusakan pada pompa air sumber Pohara

“Kalau sudah bermasalah pompanya maka secara otomatis pendistribusian air akan terganggu secara menyeluruh khusunya bagi yang menggunakan pompa air sumber pohara,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (25/10/2021).

Sementara itu, ia juga mengaku bahwa pihaknya sebelumnya telah memberlakukan sistem bergilir meskipun durasi distribusi air belum lancar.

“kebetulan saat ini masih dilakukan perbaikan agar bisa kembali seperti semula mungkin warga hanya mendapatkan air seminggu sekali menjadi tiga hari saja,” terangnya.

Untuk diketahui bahwa Imptek pohara tersebut melayani kecamatan Puwatu, Mandonga, Wua- Wua, Kadia, Kendari Barat, Kendari. Sedangkan untuk di wilayah lainnya terdapat pompa yang berbeda.

Tidak hanya itu, lanjutnya, masalah kurangnya ketersediaan air bersih di Kota Kendari sesungguhnya sudah terjadi sekitar sepuluh tahun. Oleh sebab itu, perlu penyediaan pompa yang baru.

“Jadi untuk mengantisipasi terjadinya terhambatnya pasokan air bersih maka harus ada pompa yang baru beserta cadangannya sehingga keluhan warga dapat terjawab,”tegasnya.

Kendati demikian, ia juga menegaskan bahwa masyarakat masih mendapat pelayanan air meskipun mengalami keterlambatan misalnya harusnya mendapat air seminggu sekali menjadi dua minggu bahkan sampai sebulan.

“Meskipun durasi pendistribusian air sangat kecil namun kamu selalu mengirimkan tim untuk selalu melakukan perbaikan dan memastikan bahwa air yang di salurkan ke masyarakat tetap terjaga kebersihannya,” pungkasnya.

Pemkot Kendari