5 Universitas Ternama di Sultra Berkompetisi Lomba Debat Mahasiswa di Kampus UHO

  • Whatsapp
Lomba Debat Mahasiswa
Peserta lomba debat antar mahasiswa dari berbagai universitas di Sultra, Jumat (1/10/2021) Foto. Isra Waode/metrokendari.id

Kendari – Pusat Kajian Konstitusi (Pusakko) Universitas Halu oleo Kendari (UHO) menggelar lomba debat Sambo Law Fair tingkat regional Sultra tahun 2021, di Fakultas Hukum (FH) UHO, Jumat (1/10/2021).

Lomba itu diikuti oleh 5 Universitas di Sultra, yakni Universitas Halu Oleo (UHO), Unversitas Muhammadiyah Kendari (UMK), Universitas Sembilan Belas November (Kolaka), Universitas Muhammadiyah Buton (UMB), dan Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra).

Bacaan Lainnya

Ketua panitia Sambo Law Fair Regional Sultra, Akbar Sitti Erlina mengatakan kegiatan itu akan dilaksanakan selama tiga hari.

“Hari ini opening dengan tehnicalmeeting, besok dilanjutkan dengan babak penyisihan lalu semi final. Kemudian hari ke tiga itu kita suguhkan dengan seminar hukum karena ini debat hukum,” ungkapnya.

Lanjut dia, kemudian kegiatan tersebut dilanjutkan dengan final yang akan memperebutkan juara satu dan juara dua.

“Setelah itu pengumuman juara,” bebernya.

Mahasiswa FH UHO itu juga mengaku, saat final nanti pihaknya akan menghadirkan pihak Bawaslu, dan pengamat politik di Sultra.

“Karena memang saat ini kan sedang heboh-hebohnya terkait Pemilu dan Pilkada 2024 di masa pandemi. Jadi tema ini secara garis besar itu lebih mengarah ke Pemilu dan Pilkada. Ini sebagai sosialisasi juga kami buka ruang kepada KPU dan juga Bawaslu untuk mensosialisasikan terkait Pemilu 2024,” ungkapnya.

Dalam lomba debat itu, selain hadiah piala para peserta akan di berikan hadiah uang tunai sebagai bentuk apresiasi.

“Untuk juara satu sebesar Rp 5 juta, nah kalau untuk juara dua Rp 3 juta dan kita juga ada best speaker ibaratnya apresiasi kepada pembicara terbaik. Best speaker ini tidak mewakili tim jadi dia individu hadiahnya Rp 1 juta,” ucap mahasiswa yang akrab di sapa Lina itu.

Sementara itu, Wakil Rektor III, Dr. Nur Arafah sangat mengapresiasi kerja keras panitia.

Dia juga berharap, agar mahasiswa dapat meningkatkan jangkauannya di skala nasional agar mereka dapat memberi kontribusi bagi peningkatan kinerja Prodi, Fakultas dan juga Universitas.

“Malah kita berharap mereka ini bisa mengikuti debat yang di selenggarakan di Kementerian. Ada kan kita tiap tahun debat bahasa inggris, bahasa indonesia, Itu kan ada juga yang pintar nyanyi, nah kita harapkan duta-duta kita ini di wilayah nasional dan internasional mereka bisa memperagakan kelebihan-kelebihan, artinya bukan sekedar hal-hal yang berkaitan dengan penalaran tapi juga ada minat bakat,” tandasnya.