16 Karyawan Indomaret di Kendari Dituntut Bosnya Bayar Ganti Rugi Puluhan Juta

  • Whatsapp
Indomaret Kendari
Sejumlah karyawan Indomaret Laute, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari yang dikenakan ganti rugi oleh bosnya, Selasa (28/9/2021) Foto. Yondris Puamalo/metrokendari.id

Kendari – Akibat tidak mengganti kerugian barang rusak digigit tikus, sebanyak 16 Karyawan Indomaret yang terletak di Jalan Laute, Kecamatan Mandonga, Kota kendari, di nonjobkan.

Nilai kerugian yang harus dibayar sejumlah karyawan lumayan fantastis hingga, Rp 41.000.000. Bahkan karyawan kerap kali mendapat ancaman.

Hal itu, diungkapkan kepala toko Indomaret Laute Kendari, Kevin kigen sialla pasca melayangkan surat aduan di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sultra, Selasa (28/9/2021).

Kevin mengaku, barang rusak tersebut, harus di buang karena mendapat instruksi dari pimpinan. Namun pihak Manager, tetap bersikeras agar para karyawan harus menggantinya dengan uang tunai beserta mendapat pemotongan gaji.

“Sudah tiga hari kami tdk masuk kerja dikarenakan harus membayar uang secara manual. untuk saya sendiri harus membayar sebesar Rp 16.000.000,” ujarnya.

Tidak hanya itu, lanjut dia, perihal yang sama sering kali terjadi. Ironisnya, mereka tetap diarahkan untuk menstruk barang rusak dan kali ini harus mengganti kerugianya.

“Sebenarnya hal itu sudah melanggar SOP, harusnya barang rusak tidak diperbolehkan masuk dalam nota penjualan. Dan kami punya bukti berupa video kamera CCTV dan chatingan di WhatsApp,” imbuhnya.

Kendati demikian, ia berharap agar masalah tersebut tidak sepenuhnya dibebankan kepada mereka dan  mereka juga bersedia jika hanya pemotongan gaji.

“Kami berharap agar mereka melihat kondisi kami saat ini, masa harus membayar ganti kerugian dan dipotong gaji. Padahal pembuangan barang itu kami lakukan batas perintah atasan,” pungkasnya.

Sementara, pihak Disnakertrans Sultra, menyampaikan agar para karyawan untuk tetap melanjutkan pekerjaan. Namun apabila, pihak Indomaret tetap berkeras diluar prosedur baru akan diproses.

Pasca Media ini melakukan konfirmasi, pihak Indomaret tidak membenarkan adanya pembebanan ganti kerugian terhadap karyawan sebesar 41 juta. Meskipun berdasarkan hasil audit kerugian keuangan menunjukkan angka tersebut.

“Kami hanya meminta kepada mereka untuk mengganti kerugian sebesar 25 juta. Dan mereka mengakui itu,” kata Arianto, HRD Indomaret.

Tidak hanya itu, ia juga mengaku bahwa para karyawan hanya diminta untuk mengganti kerugian tanpa ada yang dinonjobkan.

“Itu jumlah pelakunya terdapat 3 orang yang berstatus pimpinan shift. Tapi untuk tahap terakhir kami akan laporkan ke pihak berwajib,” tutupnya.